Senin, 28 September 2026 Samarinda, ID
Nasional

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Ajak Ulama dan Polri Bersinergi Jaga Keamanan Serta Pembangunan Nasional

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menyampaikan arahan mengenai pentingnya sinergi elemen masyarakat, termasuk ulama, dalam menjaga stabilitas dan kemajuan bangsa. (Foto: cnnindonesia.com)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menegaskan komitmen Polri untuk memperkuat sinergi dengan para ulama di seluruh Indonesia. Kolaborasi strategis ini disebut sebagai fondasi utama dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan nasional. Dalam pernyataannya, Jenderal Listyo Sigit juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Pernyataan ini merupakan penegasan kembali atas visi Polri yang menempatkan peran tokoh agama sebagai mitra krusial dalam menjaga stabilitas sosial dan kemajuan negara.

Peran Vital Ulama dalam Membangun Karakter Bangsa

Ulama, sebagai pewaris para nabi, memiliki peran sentral dalam membimbing umat dengan nilai-nilai moral dan etika. Kapolri Listyo Sigit Prabowo menekankan bahwa arahan dan tuntunan dari para ulama tidak hanya penting bagi kehidupan spiritual, namun juga esensial dalam membentuk karakter masyarakat yang taat hukum, berjiwa Pancasila, dan menjunjung tinggi toleransi. “Kami sangat menghargai peran serta para ulama yang secara konsisten menyebarkan ajaran-ajaran kebaikan, kedamaian, dan kerukunan. Tuntunan mereka adalah kompas bagi kita semua untuk menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujar Kapolri. Pernyataan ini sejalan dengan berbagai inisiatif Polri sebelumnya yang selalu melibatkan tokoh agama dalam program-program pembinaan masyarakat dan pencegahan konflik.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

  • Membimbing spiritual dan moral masyarakat agar tetap relevan dengan konteks kebangsaan.
  • Menanamkan nilai toleransi dan kerukunan beragama sebagai pondasi kehidupan sosial.
  • Mengedukasi pentingnya ketaatan hukum dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Sinergi Polri dan Tokoh Agama: Pilar Keamanan Nasional

Kolaborasi antara Polri dan ulama bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah kebutuhan strategis untuk menjaga stabilitas keamanan. Polri bertugas menegakkan hukum dan menjaga ketertiban, sementara ulama memberikan pemahaman agama yang moderat dan menyejukkan, mencegah radikalisme serta polarisasi di tengah masyarakat. “Ketika ulama memberikan pencerahan dan Polri menjaga keamanan, maka akan tercipta ekosistem sosial yang harmonis dan aman,” tegas Jenderal Listyo Sigit. Ini merupakan upaya berkelanjutan untuk membangun kemitraan antara aparat keamanan dan komunitas agama, memastikan bahwa setiap kebijakan atau tindakan Polri dapat diterima dan didukung oleh masyarakat luas. Upaya ini juga mencerminkan komitmen Polri terhadap pendekatan humanis dalam menjaga kamtibmas, sebagaimana seringkali ditekankan dalam berbagai kesempatan.

  • Mencegah radikalisme, ekstremisme, dan penyebaran ideologi intoleran yang merusak tatanan sosial.
  • Menciptakan pemahaman agama yang moderat dan inklusif di kalangan umat beragama.
  • Membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi keamanan melalui dialog dan partisipasi aktif.
  • Memastikan stabilitas sosial dan politik sebagai prasyarat utama pembangunan.

Menjaga Persatuan dan Keberagaman di Tengah Tantangan

Indonesia adalah bangsa yang kaya akan keberagaman suku, agama, ras, dan antar golongan. Kapolri mengingatkan bahwa keberagaman adalah anugerah sekaligus potensi konflik jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, ajakan untuk menjaga persatuan dan kesatuan menjadi sangat relevan, terutama di tengah arus informasi yang kerap memecah belah dan upaya-upaya provokasi. “Persatuan adalah modal utama kita untuk maju. Keberagaman harus kita rayakan sebagai kekuatan, bukan sebagai alasan untuk berpecah belah,” katanya. Polri, bersama ulama dan tokoh masyarakat, terus berupaya membangun dialog lintas agama dan budaya untuk memperkuat kohesi sosial. Hal ini penting untuk mengantisipasi potensi gesekan yang bisa timbul dari perbedaan pandangan atau kepentingan, serta untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  • Mengukuhkan keberagaman sebagai kekuatan bangsa dan identitas nasional.
  • Mendorong pentingnya dialog lintas agama dan budaya untuk pemahaman yang lebih baik.
  • Melawan narasi provokatif dan hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan.
  • Memperkuat kohesi sosial dan nasionalisme dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Implikasi Kolaborasi Terhadap Pembangunan Berkelanjutan

Keamanan adalah prasyarat mutlak bagi terlaksananya pembangunan di segala sektor. Tanpa keamanan yang stabil, investasi sulit masuk, program pemerintah terhambat, dan kesejahteraan masyarakat sulit tercapai. Kolaborasi erat antara ulama dan Polri secara tidak langsung berkontribusi pada terciptanya iklim investasi yang kondusif, kelancaran proyek-proyek infrastruktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan dakwah yang konstruktif. “Dengan keamanan yang terjamin, kita bisa fokus pada agenda-agenda besar pembangunan, mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” tutup Kapolri, menegaskan kembali visinya. Sinergi ini merupakan contoh bagaimana kepemimpinan spiritual dapat berpadu dengan kepemimpinan keamanan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional yang lebih luas. Informasi lebih lanjut mengenai peran Kementerian Agama dalam mendukung kerukunan umat beragama dapat diakses melalui situs resmi mereka. kemenag.go.id

  • Keamanan sebagai fondasi utama bagi iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi.
  • Memperlancar implementasi program pembangunan pemerintah di berbagai daerah.
  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui dakwah dan pendidikan agama yang positif.
  • Mendukung pencapaian target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.