Senin, 5 Oktober 2026 Samarinda, ID
Pemerintah

BPS Indonesia Pimpin Transformasi Statistik Global, Perkuat Kerja Sama OKI

Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, memimpin delegasi Indonesia dalam memaparkan pengalaman transformasi statistik nasional kepada negara anggota OKI. (Foto: cnnindonesia.com)

Indonesia kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam pengembangan statistik global dengan membagikan pengalaman transformatif Badan Pusat Statistik (BPS) di hadapan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, memimpin delegasi Indonesia, secara langsung memaparkan keberhasilan strategi dan implementasi transformasi statistik nasional dalam tiga agenda utama yang krusial. Inisiatif ini menandai komitmen Indonesia dalam mendorong ekosistem data yang lebih kuat dan akurat di tingkat multilateral, khususnya di kawasan OKI yang memiliki potensi besar untuk pembangunan kolaboratif.

Langkah BPS ini bukan sekadar presentasi, melainkan sebuah undangan bagi negara-negara anggota OKI untuk belajar dari perjalanan Indonesia dalam membangun sistem statistik yang responsif terhadap tantangan zaman. Diskusi yang berlangsung fokus pada bagaimana data yang berkualitas dapat menjadi tulang punggung kebijakan publik yang efektif dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Keterlibatan aktif Indonesia menunjukkan kapabilitas nasional dalam menghadapi kompleksitas data di era digital, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai mitra strategis dalam kerja sama internasional.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Visi Indonesia untuk Statistik Global

Sonny Harry Budiutomo Harmadi menjelaskan bahwa transformasi statistik bukan hanya tentang modernisasi teknologi, melainkan juga restrukturisasi metodologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan tata kelola data. Indonesia, melalui BPS, telah mengintegrasikan berbagai inovasi demi menghasilkan data yang tidak hanya akurat dan relevan, tetapi juga mudah diakses oleh para pemangku kepentingan. “Pengalaman kami menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor dan adopsi teknologi terkini adalah kunci untuk menciptakan sistem statistik yang adaptif dan berdaya saing,” ujar Sonny, menggambarkan filosofi di balik keberhasilan BPS.

Program transformasi statistik nasional BPS telah melewati berbagai fase, mulai dari digitalisasi proses sensus, pengembangan *big data analytics*, hingga peningkatan literasi statistik di masyarakat. Fokus pada tiga agenda yang dipresentasikan mencerminkan prioritas global saat ini: peningkatan kualitas data untuk pengambilan keputusan berbasis bukti, inovasi dalam pengumpulan dan diseminasi data, serta pemberdayaan kapasitas statistik di negara-negara berkembang. Ini adalah langkah nyata BPS dalam menerjemahkan visi pemerintah untuk Indonesia Maju, yang salah satunya ditopang oleh ketersediaan data yang andal.

  • Pentingnya Data untuk Pembangunan Berkelanjutan: Diskusi menekankan bagaimana statistik yang solid mendukung pemantauan dan evaluasi progres terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), membantu negara anggota OKI mengidentifikasi area prioritas pembangunan dan merumuskan strategi intervensi yang tepat.
  • Inovasi dan Adaptasi Teknologi: Pengalaman BPS dalam memanfaatkan teknologi digital dan metodologi baru menjadi sorotan, menawarkan cetak biru bagi negara-negara yang ingin memodernisasi sistem statistik mereka, termasuk penggunaan data spasial dan kecerdasan buatan.
  • Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia: Sonny juga menyoroti pentingnya investasi dalam pelatihan dan pengembangan profesional statistik, sebuah fondasi vital untuk keberlanjutan transformasi dan memastikan data dikelola oleh tenaga ahli yang kompeten.

Memperkuat Jaringan Kerja Sama OKI

Partisipasi aktif Indonesia dalam forum OKI ini merupakan kelanjutan dari berbagai inisiatif sebelumnya yang bertujuan mempererat hubungan antarnegara anggota, khususnya di bidang ilmu statistik. Kerja sama di bidang statistik memiliki dampak ganda: tidak hanya meningkatkan kualitas data masing-masing negara, tetapi juga memfasilitasi perbandingan dan analisis regional yang lebih komprehensif, mendukung kebijakan berbasis bukti yang lebih baik. BPS secara konsisten mendorong pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik, sebuah pendekatan yang krusial dalam membangun kapasitas kolektif. Sebelum ini, BPS juga aktif dalam forum statistik regional ASEAN dan global, menunjukkan komitmen yang tidak lekang oleh waktu dalam berbagi keahlian dan kepakaran. Upaya ini sejalan dengan visi BPS dalam dokumen Strategi Nasional Pembangunan Statistik 2020-2024 yang menekankan pentingnya kolaborasi internasional.

“Kami percaya bahwa data adalah bahasa universal yang dapat menyatukan kita,” tambah Sonny. “Dengan saling berbagi dan belajar, kita dapat mengatasi tantangan global bersama-sama, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan, hingga perlindungan lingkungan.” Kemitraan dengan negara-negara anggota OKI ini diharapkan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam proyek-proyek statistik bersama, pelatihan teknis, dan pengembangan standar data yang harmonis. Ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam diplomasi data di tingkat internasional, mempertegas perannya dalam mewujudkan tata kelola statistik global yang lebih inklusif dan efektif.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kerja sama internasional BPS, kunjungi laman resmi mereka di BPS RI.