Selasa, 23 Juni 2026 Samarinda, ID
Ekonomi & Bisnis

Saham SHIP Dibuka Lagi, Langsung Melonjak 9,68% Hingga ARA

Foto Istimewa : Sillo Maritime Perdana Tbk.

SAMARINDA, nusavox.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham SHIP milik PT Sillo Maritime Perdana Tbk pada Senin, 22 Juni 2026. Sesaat setelah BEI mencabut gembok tersebut, harga saham ini langsung melonjak 9,68% atau naik 135 poin ke level Rp1.530 pada sesi I pasar reguler dan tunai.

Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan emiten pelayaran ini sejak 9 Juni 2026. Otoritas bursa mengambil langkah pembekuan tersebut karena harga SHIP merosot terlalu tajam. Melalui kebijakan ini, BEI ingin memberikan waktu kepada investor untuk menimbang risiko investasi secara lebih tenang.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Keluar dari Suspensi, Saham SHIP Langsung Mentok ARA

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan bahwa penurunan harga kumulatif yang signifikan menjadi alasan utama suspensi tersebut. Beliau menambahkan bahwa BEI menerapkan kebijakan ini demi melindungi kepentingan investor publik.

Namun, begitu perdagangan bergulir kembali, saham SHIP langsung menunjukkan pola “balik badan cepat”. Investor segera memburu saham ini hingga harganya melesat menyentuh batas Auto-Reject Atas (ARA). Oleh karena itu, pada penutupan sesi I, harga SHIP bertengger di Rp1.530, jauh meninggalkan posisi sebelum suspensi.

Pergerakan agresif ini mengirimkan sinyal kuat bahwa pasar masih meminati saham pelayaran ini, meskipun tekanan jual sempat mengguncang harganya.

Meskipun demikian, status saham ini belum sepenuhnya normal. Karena suspensi berlangsung lebih dari satu hari bursa, saham SHIP kini harus masuk ke dalam skema perdagangan Full Call Auction (FCA) pada Papan Pemantauan Khusus selama sepekan ke depan.

Rekam Jejak Tekanan Jual Saham SHIP yang Cukup Dalam

Data dari BEI menunjukkan bahwa penurunan saham SHIP sebelum masa suspensi bukanlah sebuah koreksi kecil. Berikut adalah rincian penurunan harganya secara berkala:

  • Dalam 1 Bulan Terakhir: Harga saham merosot sebesar 25,8%.
  • Dalam 3 Bulan Terakhir: Penurunan melaju lebih dalam hingga mencapai 64,32%.
  • Sejak Awal Tahun 2026 (YTD): Nilai saham ambles 71,12%, di mana harga anjlok dari Rp4.830 ke Rp1.395 sebelum suspensi.

Akibatnya, angka kerugian yang masif ini memicu dua reaksi yang saling bertolak belakang di kalangan investor ritel. Sebagian pelaku pasar segera memanfaatkan momentum untuk berburu harga murah (buy on weakness). Sebaliknya, sebagian investor lain justru memilih menjauh karena menghindari volatilitas yang terlampau tinggi.

Apa Arti Mekanisme FCA Bagi Investor SHIP?

Masuknya saham SHIP ke dalam sistem Full Call Auction (FCA) tidak berarti menghentikan aktivitas perdagangan. Akan tetapi, mekanisme transaksinya kini berubah secara drastis. Sistem bursa akan mempertemukan order melalui lelang berkala dengan frekuensi tertentu, bukan secara terus-menerus (continuous auction) seperti pada pasar reguler.

BEI menerapkan skema FCA ini dengan tujuan utama untuk menciptakan pembentukan harga yang lebih tertib setelah saham mengalami pergerakan ekstrem. Bagi para investor, status FCA biasanya membawa dua konsekuensi utama:

  1. Likuiditas Menjadi Lebih Tipis: Antrean jual dan beli tidak seaktif perdagangan biasa.
  2. Pergerakan Harga Tetap Liar: Mekanisme eksekusi yang terbatas justru bisa memicu lonjakan harga yang sensitif.

Oleh karena itu, pelaku pasar yang ingin mengoleksi saham SHIP wajib mencermati harga wajar, volume perdagangan, serta batasan risiko sejak awal.

Respons Pasar Masih Berpotensi Berubah Cepat

Saham di sektor pelayaran dan logistik laut biasanya bergerak searah dengan ekspektasi bisnis, kondisi kontrak, serta sentimen industri. Ketika harga sudah jatuh terlalu dalam, pasar umumnya menunggu katalis positif baru sebelum kembali bertindak agresif.

Selain itu, pemulihan instan pasca-suspensi ini juga berpotensi memancing aksi ambil untung (profit taking) dari para trader jangka pendek. Lonjakan 9,68% saat pembukaan memang membuktikan bahwa minat beli masih tebal. Namun, bayang-bayang penurunan 71,12% sejak awal tahun menjadi pengingat keras bahwa risiko pasar belum sepenuhnya reda.

Pada akhirnya, fenomena saham SHIP memberikan pelajaran praktis bagi investor ritel. Saham yang ambruk dalam lalu melonjak tinggi memang terlihat sangat menggiurkan, tetapi risikonya pun ikut berlipat ganda.

Penulis : Aprillia