InJourney Dorong Kolaborasi Indonesia-India Perkuat Konservasi Candi Prambanan
PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney, sebagai holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berfokus pada ekosistem pariwisata dan pendukungnya, secara aktif menyambut potensi kolaborasi dengan India dalam upaya konservasi Candi Prambanan. Inisiatif strategis ini tidak hanya bertujuan memperkuat pelestarian salah satu warisan dunia terpenting Indonesia, tetapi juga diharapkan menjadi jembatan diplomasi budaya yang lebih erat antara kedua negara dengan sejarah peradaban yang kaya. Kerjasama ini digadang-gadang akan membawa manfaat signifikan dalam pertukaran pengetahuan, teknologi, dan praktik terbaik untuk menjaga kelestarian situs purbakala yang masuk dalam daftar UNESCO tersebut.
Langkah InJourney ini menunjukkan komitmen serius pemerintah Indonesia melalui BUMN untuk tidak hanya mengembangkan pariwisata secara komersial, tetapi juga bertanggung jawab dalam menjaga aset budaya bangsa yang bernilai historis dan spiritual tinggi. Kolaborasi dengan India, negara yang juga memiliki pengalaman luas dalam pelestarian candi dan situs kuno, membuka peluang besar untuk penerapan metode konservasi yang inovatif dan berkelanjutan.
Pentingnya Prambanan sebagai Warisan Dunia
Candi Prambanan, yang berlokasi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, merupakan kompleks candi Hindu terbesar dan salah satu yang terindah di Asia Tenggara. Dibangun pada abad ke-9, candi ini didedikasikan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu: Brahma (Pencipta), Wisnu (Pemelihara), dan Siwa (Pelebur). Keagungan arsitekturnya, detail relief yang memukau, serta nilai historisnya sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, menjadikannya situs yang tak ternilai harganya. Pada tahun 1991, UNESCO secara resmi mengakui Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia.
Pelestarian Prambanan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ancaman bencana alam seperti gempa bumi (yang pernah menyebabkan kerusakan parah pada 2006) hingga pelapukan alami akibat cuaca dan dampak dari jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat. Oleh karena itu, upaya konservasi harus dilakukan secara berkelanjutan, terencana, dan melibatkan multidisiplin ilmu serta berbagai pihak. Kolaborasi internasional, seperti yang diinisiasi InJourney, menjadi krusial untuk memastikan standar pelestarian terbaik dan pertukaran keahlian global.
Jaringan InJourney dalam Pelestarian Budaya dan Pariwisata
Sebagai holding BUMN pariwisata, InJourney memiliki peran sentral dalam ekosistem pariwisata Indonesia, termasuk pengelolaan destinasi utama. Melalui anak perusahaannya, seperti PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC), InJourney secara langsung terlibat dalam pengelolaan dan pemeliharaan situs-situs warisan dunia tersebut. Visi InJourney tidak hanya terbatas pada profitabilitas, tetapi juga mencakup pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta budaya. Upaya pelestarian Candi Prambanan merupakan bagian integral dari strategi besar InJourney untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata budaya kelas dunia.
Inisiatif ini sejalan dengan berbagai program sebelumnya yang berfokus pada:
- Pengembangan ekowisata di sekitar situs sejarah.
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal dalam pengelolaan warisan.
- Promosi narasi budaya yang otentik dan edukatif kepada wisatawan.
Kerja sama dengan India akan menambah dimensi baru pada upaya-upaya tersebut, membawa perspektif dan metodologi konservasi yang mungkin belum diterapkan secara optimal sebelumnya.
Potensi Sinergi Indonesia-India dalam Konservasi
Kolaborasi dengan India memiliki dasar yang kuat, tidak hanya karena kedekatan historis dan budaya yang terjalin sejak berabad-abad lalu melalui penyebaran agama Hindu dan Buddha ke Nusantara, tetapi juga karena India memiliki pengalaman dan keahlian yang mumpuni dalam pelestarian warisan kuno. Lembaga seperti Archaeological Survey of India (ASI) telah terbukti sukses dalam merestorasi dan menjaga ribuan situs bersejarah di negaranya, bahkan terlibat dalam proyek-proyek internasional seperti restorasi candi Angkor Wat di Kamboja.
Potensi sinergi mencakup beberapa aspek krusial:
- Pertukaran Keahlian Teknis: Berbagi metode restorasi batu, penanganan lumut dan mikroorganisme, serta penggunaan teknologi pemindaian 3D untuk pemetaan kerusakan.
- Penelitian Bersama: Menggali lebih dalam sejarah, arsitektur, dan bahan bangunan Prambanan untuk menemukan solusi konservasi yang paling efektif.
- Pengembangan Kapasitas: Pelatihan bagi para konservator dan arkeolog Indonesia oleh ahli dari India, dan sebaliknya.
- Pendanaan dan Sumber Daya: Potensi dukungan finansial atau sumber daya lainnya dari pemerintah India atau lembaga terkait.
Melalui kerja sama ini, kedua negara dapat saling belajar dan mengadaptasi praktik terbaik yang telah terbukti berhasil di masing-masing konteks.
Manfaat Kolaborasi bagi Diplomasi dan Pariwisata
Lebih dari sekadar aspek teknis konservasi, kolaborasi ini membawa dampak positif yang luas terhadap diplomasi budaya dan pengembangan pariwisata. Di tingkat diplomasi, inisiatif ini memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan India, membangun jembatan saling pengertian melalui warisan budaya bersama. Ini adalah bentuk diplomasi lunak yang efektif, menunjukkan komitmen kedua negara untuk melestarikan nilai-nilai universal dan berkontribusi pada warisan kemanusiaan global.
Di sektor pariwisata, upaya konservasi yang efektif akan:
- Meningkatkan Kualitas Destinasi: Prambanan yang terawat baik akan menawarkan pengalaman yang lebih otentik dan mengesankan bagi wisatawan domestik maupun internasional.
- Mempromosikan Pariwisata Berkelanjutan: Dengan praktik konservasi yang lebih baik, dampak negatif pariwisata terhadap situs dapat diminimalisir, memastikan kelestarian jangka panjang.
- Menarik Wisatawan Budaya: Kolaborasi ini dapat menarik lebih banyak wisatawan yang tertarik pada sejarah, arkeologi, dan budaya, termasuk dari India sendiri yang memiliki ketertarikan kuat pada jejak peradaban Hindu.
- Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal: Pariwisata yang berkualitas akan berdampak positif pada ekonomi masyarakat sekitar Prambanan.
InJourney berharap kolaborasi ini tidak hanya akan memberikan hasil nyata dalam pelestarian fisik Candi Prambanan, tetapi juga menginspirasi kerjasama lebih lanjut di berbagai sektor lain antara Indonesia dan India, mempererat tali persahabatan dan kemitraan strategis kedua negara. Pelestarian warisan dunia seperti Prambanan adalah investasi jangka panjang untuk generasi mendatang, memastikan mereka dapat terus belajar dan mengagumi kebesaran peradaban masa lalu. (Baca lebih lanjut mengenai status Prambanan sebagai warisan dunia di situs UNESCO).

