Rabu, 26 Agustus 2026 Samarinda, ID
Pemerintah

Otoritas Inggris Wajibkan Perangkat Baterai Lithium di Kabin Pesawat Demi Keamanan

Penumpang diminta untuk selalu membawa perangkat elektronik berbaterai lithium di kabin pesawat demi mencegah potensi risiko kebakaran dan memastikan perjalanan yang aman. (Foto: cnnindonesia.com)

Wajib Pindah ke Kabin: Perangkat Baterai Lithium Tak Boleh di Bagasi Pesawat

Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (UK CAA) mengeluarkan imbauan tegas yang patut menjadi perhatian serius bagi setiap penumpang pesawat. Perangkat elektronik apa pun yang ditenagai baterai lithium, termasuk gawai seperti telepon genggam, laptop, power bank, hingga perangkat pribadi seperti sex toy yang dapat diisi ulang, wajib dibawa ke dalam kabin pesawat. Imbauan ini bukan sekadar saran, melainkan bagian dari langkah krusial untuk mencegah potensi bahaya serius selama penerbangan.

Kebijakan ini menggarisbawahi komitmen otoritas penerbangan terhadap keselamatan penumpang dan awak pesawat. Risiko kebakaran yang disebabkan oleh baterai lithium menjadi alasan utama di balik pengetatan aturan ini. UK CAA secara eksplisit menyatakan bahwa penempatan perangkat semacam itu di bagasi tercatat (checked baggage) menimbulkan risiko yang tidak dapat diabaikan.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Mengapa Baterai Lithium Menjadi Perhatian Utama dalam Penerbangan?

Baterai lithium-ion, yang kini menjadi sumber daya dominan bagi sebagian besar perangkat elektronik portabel, memang menawarkan efisiensi energi yang tinggi. Namun, di balik keunggulannya, terdapat risiko inherent yang patut diwaspadai: potensi panas berlebih dan kebakaran. Fenomena yang dikenal sebagai “thermal runaway” dapat terjadi ketika baterai mengalami kerusakan, korsleting, atau suhu ekstrem. Dalam kondisi ini, baterai dapat memanas secara drastis, mengeluarkan gas beracun, bahkan memicu api yang sulit dipadamkan.

Dalam ruang kargo pesawat, deteksi dini terhadap insiden kebakaran menjadi tantangan besar. Sistem pemadam kebakaran di kompartemen bagasi memiliki keterbatasan dalam mengatasi kebakaran baterai lithium yang intens dan cepat menyebar. Oleh karena itu, membawa perangkat ini ke dalam kabin menjadi solusi paling efektif. Di dalam kabin, jika terjadi insiden, awak pesawat dapat dengan cepat mendeteksi dan mengambil tindakan pencegahan atau pemadaman menggunakan peralatan khusus yang tersedia.

Aturan Jelas dari Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA)

UK CAA, sebagai badan pengatur penerbangan di Inggris, menegaskan bahwa semua perangkat berbaterai lithium harus selalu berada di kabin pesawat dan dalam pengawasan penumpang. Ini termasuk perangkat yang mungkin tidak terpikirkan oleh banyak orang, seperti vibrator atau sex toy elektrik yang menggunakan baterai isi ulang. Meskipun terkesan spesifik, penekanan pada perangkat-perangkat ini menunjukkan betapa komprehensifnya evaluasi risiko yang dilakukan otoritas.

“Perangkat dengan baterai lithium yang dapat diisi ulang harus dibawa ke dalam kabin,” demikian bunyi imbauan tersebut. Aturan ini sejalan dengan pedoman keselamatan penerbangan internasional yang dikeluarkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), yang telah lama menyoroti bahaya baterai lithium di ruang kargo. Kebijakan ini merupakan evolusi dari peraturan sebelumnya yang lebih fokus pada power bank dan laptop, kini mencakup spektrum perangkat yang lebih luas untuk memastikan tidak ada celah keamanan.

Implikasi Global dan Tips Keamanan untuk Pelaku Perjalanan

Meskipun imbauan ini secara spesifik dikeluarkan oleh Otoritas Inggris, relevansinya bersifat global. Banyak maskapai penerbangan di seluruh dunia telah menerapkan atau sedang menuju peraturan serupa. Bagi para pelancong, khususnya mereka yang sering melakukan perjalanan internasional, memahami dan mematuhi aturan ini adalah sebuah keharusan. Penegakan aturan ini berarti petugas keamanan bandara berhak meminta penumpang untuk memindahkan perangkat tersebut dari bagasi tercatat ke bagasi kabin, bahkan bisa mengakibatkan penundaan penerbangan atau penyitaan barang jika tidak dipatuhi.

Untuk menghindari masalah di bandara dan, yang terpenting, demi keamanan penerbangan, para penumpang disarankan untuk selalu memeriksa panduan spesifik dari maskapai yang mereka gunakan sebelum melakukan perjalanan. Informasi mengenai membawa baterai dan perangkat elektronik biasanya tersedia di situs web resmi maskapai.

Berikut adalah beberapa tips penting untuk memastikan perjalanan Anda aman terkait perangkat elektronik:

  • Selalu Bawa di Kabin: Perangkat dengan baterai lithium harus selalu ada di dalam tas tangan atau bagasi kabin Anda.
  • Matikan atau Mode Tidur: Pastikan perangkat Anda mati sepenuhnya atau dalam mode tidur (sleep mode), bukan hanya mode siaga (standby), untuk mencegah aktivasi tak sengaja.
  • Lindungi dari Korsleting: Gunakan wadah pelindung atau kantong khusus baterai untuk mencegah kontak langsung dengan benda logam lain yang dapat memicu korsleting.
  • Hindari Pengisian Daya yang Tidak Aman: Jika tidak ada port USB yang aman di pesawat, hindari mengisi daya perangkat Anda selama penerbangan, terutama power bank.
  • Laporkan Segera: Jika perangkat terasa panas berlebihan, mengeluarkan asap, atau mengalami kerusakan, segera informasikan kepada awak kabin.

Kepatuhan terhadap regulasi keselamatan ini adalah tanggung jawab bersama. Dengan memahami risiko dan mengikuti panduan yang ditetapkan, setiap penumpang berkontribusi menciptakan lingkungan penerbangan yang lebih aman bagi semua. Untuk informasi lebih lanjut mengenai regulasi penerbangan, Anda dapat mengunjungi situs resmi Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (UK CAA) atau panduan IATA mengenai barang berbahaya. [Link ke: https://www.caa.co.uk/passengers/before-you-fly/baggage/dangerous-goods/ (contoh link yang relevan)]