Wali Kota Makassar Dorong Partisipasi Aktif di GSIH 2026: Membangun Ekosistem Digital Global
Kota ini tengah mempersiapkan diri untuk mengambil peran strategis dalam Global Summit on Innovation and Hubs (GSIH) 2026, sebuah forum internasional yang berfokus pada pengembangan ekosistem digital global. Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadi bagian integral dari diskusi dan inisiatif tingkat dunia ini, guna mempercepat transformasi digital dan mendorong inovasi di seluruh lini kota.
Keikutsertaan dalam GSIH 2026 bukan sekadar partisipasi, melainkan sebuah manifestasi dari visi jangka panjang untuk menjadikan daerah ini sebagai kota cerdas yang berdaya saing di kancah internasional. Munafri Arifuddin melihat GSIH sebagai platform krusial untuk menjalin kolaborasi, menarik investasi, dan mengadopsi teknologi mutakhir yang relevan dengan kebutuhan lokal. "Kami tidak hanya ingin menjadi penonton, tetapi juga pemain aktif dalam membentuk masa depan digital global," ujarnya, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan komunitas dalam mewujudkan ekosistem digital yang kokoh.
Persiapan untuk GSIH 2026 telah menjadi agenda prioritas, melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi komprehensif. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa setiap inisiatif digital yang diterapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup warga, efisiensi layanan publik, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Partisipasi ini juga diharapkan mampu memicu lahirnya lebih banyak inovator dan startup lokal, yang kemudian dapat berkontribusi pada transformasi digital di Indonesia secara lebih luas.
Visi Digital Makassar: Menuju Kota Cerdas Berdaya Saing Global
Visi pembangunan ekosistem digital di kota ini tidak terlepas dari cita-cita besar menjadi "Kota Cerdas" atau Smart City. Konsep ini mencakup integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mengelola aset kota secara efisien, meningkatkan layanan publik, serta melibatkan warga dalam proses pembangunan. Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa partisipasi di GSIH 2026 akan menjadi akselerator dalam mewujudkan visi tersebut, dengan fokus pada beberapa pilar utama:
- Infrastruktur Digital Tangguh: Memastikan ketersediaan jaringan internet berkecepatan tinggi dan merata di seluruh wilayah, termasuk persiapan adopsi teknologi 5G.
- Sumber Daya Manusia Unggul: Program pelatihan dan literasi digital untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, dari ASN hingga UMKM, agar siap menghadapi era digital.
- Inovasi Terbuka: Mendorong pembentukan pusat-pusat inovasi, inkubator startup, dan co-working space untuk memfasilitasi kreativitas dan pengembangan solusi teknologi lokal.
- Layanan Publik Digital: Transformasi layanan pemerintah menjadi berbasis digital, seperti perizinan online, pembayaran non-tunai, dan aplikasi pengaduan warga.
Visi ini sejalan dengan upaya sebelumnya, seperti yang pernah diulas dalam artikel "Blueprint Transformasi Digital Makassar 2020-2025" yang menekankan pentingnya fondasi kuat untuk adopsi teknologi. GSIH 2026 akan menjadi momentum untuk mengevaluasi progres, belajar dari praktik terbaik global, dan menyesuaikan strategi ke depan.
Strategi Komprehensif Pengembangan Ekosistem Digital
Pengembangan ekosistem digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan inovasi. Pemerintah daerah telah menyusun strategi yang mencakup aspek-aspek kunci:
- Regulasi Pro-Inovasi: Mengkaji dan membentuk peraturan daerah yang mendukung pengembangan startup, kemudahan investasi di sektor teknologi, dan perlindungan data pribadi.
- Pendanaan dan Insentif: Mencari skema pendanaan inovatif, termasuk kemitraan dengan investor dan program insentif bagi perusahaan teknologi yang berinvestasi di kota.
- Kolaborasi Multisektoral: Memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, universitas, industri, dan komunitas untuk menciptakan ekosistem inovasi yang dinamis.
- Pemanfaatan Data: Mengembangkan platform data terintegrasi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan menciptakan layanan publik yang lebih personal.
Munafri Arifuddin optimis bahwa dengan pendekatan yang terstruktur dan kolaboratif, kota ini akan mampu menarik talenta-talenta terbaik dan menjadi magnet bagi perusahaan teknologi nasional maupun internasional. "GSIH 2026 adalah peluang emas untuk menunjukkan potensi kami kepada dunia dan belajar dari para pemimpin inovasi global," tambahnya.
Dampak dan Proyeksi Jangka Panjang
Partisipasi aktif dalam GSIH 2026 diharapkan membawa dampak positif signifikan bagi kota, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Dampak tersebut meliputi peningkatan investasi di sektor teknologi, penciptaan lapangan kerja baru di bidang ekonomi digital, serta peningkatan daya saing ekonomi daerah secara keseluruhan. Selain itu, digitalisasi layanan publik akan meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pemerintah.
Dalam jangka panjang, strategi ini diproyeksikan akan menjadikan kota sebagai salah satu hub inovasi terkemuka di Indonesia Timur, bahkan Asia Tenggara. Hal ini akan memperkuat posisi kota sebagai pusat perdagangan, pendidikan, dan pariwisata yang modern dan inklusif. Transformasi digital yang terencana dan berkelanjutan akan memastikan bahwa pembangunan kota tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga memberikan manfaat maksimal bagi seluruh lapisan masyarakat.

