Sabtu, 5 September 2026 Samarinda, ID
Ekonomi & Bisnis

Bandara Soekarno-Hatta Masuk Enam Besar Dunia untuk Pilihan Kuliner Unggulan

(Foto: cnnindonesia.com)

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), kini menempati posisi bergengsi di kancah global. Bandara utama Indonesia ini berhasil menduduki peringkat keenam sebagai bandara dengan fasilitas dan pilihan kuliner terbaik di dunia, khususnya bagi para penumpang transit. Prestasi luar biasa ini menegaskan komitmen berkelanjutan Indonesia dalam meningkatkan kualitas layanan perjalanan udara dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi jutaan wisatawan domestik maupun internasional.

Pengakuan internasional ini datang dari Global Airport Dining Index (GADI) tahunan yang dirilis oleh AirTravel Insights, sebuah lembaga riset aviasi terkemuka. GADI melakukan evaluasi komprehensif terhadap lebih dari 150 bandara di seluruh dunia, menggunakan berbagai kriteria ketat. Kriteria tersebut meliputi keragaman jenis masakan yang ditawarkan, kualitas dan kesegaran bahan baku, rentang harga yang bervariasi, standar kebersihan dan higienitas, kecepatan dan efisiensi layanan, serta ketersediaan pilihan makanan untuk kebutuhan diet khusus, seperti makanan halal, vegetarian, hingga bebas alergen. Soekarno-Hatta berhasil unggul berkat kemampuannya memadukan cita rasa khas nusantara dengan sajian internasional, disajikan dalam lingkungan yang modern, nyaman, dan aksesibel.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Strategi Jitu di Balik Prestasi Global

Pencapaian gemilang Soekarno-Hatta tidak datang secara instan, melainkan hasil dari strategi dan investasi yang matang dari pihak pengelola, PT Angkasa Pura II (Persero). Mereka secara aktif melakukan kurasi terhadap tenant makanan dan minuman, memastikan adanya diversifikasi yang kaya mulai dari warung kopi lokal, restoran cepat saji internasional, hingga restoran fine dining. Fokus utama adalah menghadirkan pengalaman kuliner yang autentik, sehingga penumpang transit dapat merasakan kekayaan gastronomi Indonesia tanpa harus keluar dari bandara.

“Kami terus berupaya menghadirkan pengalaman yang holistik bagi setiap penumpang. Pilihan kuliner bukan hanya soal mengisi perut, melainkan juga bagian integral dari pengalaman perjalanan. Kami bangga Soetta mampu menyajikan perpaduan kuliner lokal yang kaya dan hidangan internasional berkualitas tinggi,” ujar perwakilan manajemen Angkasa Pura II.

Beberapa inisiatif kunci yang mendorong prestasi ini antara lain:

  • Diversifikasi Menu: Menawarkan spektrum masakan yang luas, mulai dari hidangan tradisional Indonesia seperti nasi goreng, sate, dan bakso, hingga masakan Asia dan Barat yang populer.
  • Kualitas dan Kebersihan: Standar operasional yang tinggi untuk memastikan kualitas bahan baku dan kebersihan area makan.
  • Harga Kompetitif: Menawarkan pilihan harga yang beragam agar sesuai dengan semua anggaran penumpang.
  • Inovasi Layanan: Penggunaan teknologi untuk pemesanan digital dan pembayaran tanpa kontak, mempercepat proses dan meningkatkan kenyamanan.
  • Pengembangan Area Kuliner: Desain area makan yang estetis dan nyaman, menciptakan suasana santai bagi penumpang transit.

Prestasi ini semakin melengkapi capaian Soetta sebelumnya, seperti peningkatan signifikan dalam survei kepuasan penumpang global tahun lalu, yang sempat kami ulas dalam artikel berjudul ‘Soetta Kian Prima: Lonjakan Peringkat Layanan di Mata Dunia’. Ini menunjukkan komitmen konsisten Bandara Soekarno-Hatta untuk terus berbenang di berbagai sektor layanan.

Dampak Positif dan Visi Masa Depan

Masuknya Bandara Soekarno-Hatta dalam jajaran elit bandara dengan kuliner terbaik di dunia membawa dampak positif yang multifaset. Secara ekonomi, hal ini berpotensi meningkatkan pendapatan non-aeronautika bandara dan mendorong pertumbuhan bisnis bagi para tenant makanan dan minuman. Lebih jauh, prestasi ini memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang menarik dan hub transit yang efisien, berpotensi menarik lebih banyak wisatawan dan investor.

Dari sisi penumpang, pengalaman kuliner yang memuaskan dapat mengurangi stres perjalanan, meningkatkan kepuasan, dan bahkan mendorong mereka untuk memilih Soetta sebagai titik transit utama. Visi ke depan Angkasa Pura II tidak berhenti di sini. Mereka berencana untuk terus berinovasi, mungkin dengan menghadirkan ‘food festival’ tematik, kemitraan dengan koki ternama, atau pengembangan konsep ‘grab-and-go’ yang lebih canggih untuk memenuhi kebutuhan penumpang dengan waktu transit yang sempit. Baca laporan lengkap Global Airport Dining Index 2024 di AirTravel Insights.

Dengan berbagai upaya ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak hanya berfungsi sebagai gerbang udara, tetapi juga sebagai etalase budaya dan kuliner Indonesia yang patut dibanggakan di mata dunia.