Rabu, 14 Oktober 2026 Samarinda, ID
Hukum & Kriminal

Cegah Narkoba, Pemuda Kutim & Lapas Bontang Berkolaborasi

BONTANG, nusavox.com – Upaya pencegahan narkoba di kawasan Kalimantan Timur (Kaltim) memerlukan tindakan nyata dari berbagai pihak. Tokoh Pemuda Kutai Timur (Kutim) , Fazillahnur, secara tegas mendorong kerja sama strategis bersama Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bontang, Agus Wahono, untuk memperkuat gerakan pencegahan peredaran gelap narkoba.

Dalam pandangannya, perang melawan narkoba tidak bisa semata-mata dibebankan kepada aparat penegak hukum. Generasi muda memiliki peran sentral untuk turun langsung mengambil bagian dari solusi.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

“Pemuda harus ambil peran nyata. Kami ingin membangun sinergi dengan Lapas Bontang, mulai dari pencegahan, edukasi, sampai pembinaan warga binaan,” ujar Fazillahnur, Selasa (13/10/2026).

Perketat Pengawasan dan Transparansi di Lapas

Guna mengoptimalkan pencegahan narkoba di lingkungan pemasyarakatan, Fazillahnur berharap kepemimpinan Agus Wahono dapat terus memperkuat sistem pengawasan internal. Hal ini mencakup pemeriksaan barang masuk secara ketat sesuai prosedur baku (SOP) serta keterbukaan informasi kepada publik.

Langkah transparansi ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan masyarakat (public trust) terhadap upaya pembenahan di dalam Lapas.

Pembinaan Kemandirian dan Pelatihan Keterampilan Warga Binaan

Selain fokus pada langkah preventif, Fazillahnur menyoroti pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi para warga binaan. Menurutnya, pemberdayaan keterampilan merupakan kunci utama agar mantan narapidana tidak kembali terjerumus ke dalam lingkaran narkoba setelah bebas.

Beberapa program pelatihan kerja yang diusulkan antara lain:

  • Kewirausahaan
  • Pertanian dan perikanan
  • Pengelasan (welding)
  • Pelatihan barbershop (pangkas rambut)

“Jangan hanya dicegah, tapi dibina. Beri mereka keterampilan seperti wirausaha, pertanian, perikanan, las, dan barbershop. Jadi saat keluar nanti mereka punya bekal hidup yang lebih baik,” tegasnya.

Komitmen Deklarasi Antinarkoba di Kutai Timur

Sebagai bentuk aksi konkret, Fazillahnur berkomitmen untuk menginisiasi Deklarasi Antinarkoba di Kutai Timur. Gerakan ini nantinya akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan (OKP), organisasi masyarakat (ormas), tokoh masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah.

“Perang lawan narkoba butuh keberanian dan kerja sama. Pemuda tidak boleh diam. Kita harus jadi bagian dari solusi,” pungkas tokoh pemuda yang aktif dalam gerakan antinarkoba tersebut.

(Aprl)