Selasa, 1 September 2026 Samarinda, ID
Ekonomi & Bisnis

Jumlah Pemegang Saham ANTM Melonjak Ratusan Ribu

Foto Istimewa : Logam Mulia PT. Antam Tbk.

SAMARINDA, nusavox.com – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan lonjakan signifikan pada aspek basis investor mereka. Berdasarkan laporan registrasi per akhir Juni 2026, jumlah pemegang saham ANTM sukses menyentuh angka 265.094 pihak.

Jika kita bandingkan dengan posisi akhir Mei 2026 yang berada di angka 244.558 pihak, emiten produsen emas ini berhasil menjaring sebanyak 20.536 investor baru hanya dalam waktu satu bulan. Penguatan basis investor ritel domestik ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap komoditas emas di tengah ketidakpastian ekonomi global.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Rincian Peta Kepemilikan Saham Antam

Meskipun jumlah investor ritel terus bertambah, struktur kendali utama perusahaan tetap tidak berubah. Berikut adalah rincian kepemilikan saham Antam terbaru:

  • PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID): Selaku induk Holding Industri Pertambangan, MIND ID masih menguasai mayoritas saham dengan kepemilikan sebesar 15.619.999.999 lembar saham atau setara 65%.
  • Masyarakat (Non-Warkat <5%): Kelompok investor publik menguasai sebanyak 8.373.081.992 lembar saham atau setara 34,84%.

Pergerakan Saham ANTM di Bursa Efek Indonesia

Sayangnya, pertumbuhan jumlah investor domestik ini berbanding terbalik dengan pergerakan harga sahamnya di lantai bursa belakangan ini. Pada perdagangan Rabu (8/7/2026), harga saham ANTM justru terkoreksi cukup dalam sebesar 4,78% ke level Rp2.790 per lembar saham.

Selama jam perdagangan tersebut, aktivitas pasar mencatatkan volume transaksi mencapai 75,5 juta saham dengan frekuensi sebanyak 22.496 kali. Secara keseluruhan, nilai transaksi harian emiten berkode saham ANTM ini menembus Rp215,03 miar.

“Koreksi tajam pada saham ANTM dalam beberapa hari terakhir lebih dipengaruhi oleh faktor teknis akibat aksi ambil untung (profit taking). Investor domestik yang baru masuk cenderung bersikap reaktif terhadap sentimen jangka pendek,” ujar seorang analis pasar modal di Jakarta.

Investor Asing Lakukan Aksi Jual (Net Sell)

Faktor utama yang menekan pergerakan harga saham Antam pada hari itu adalah aksi lego saham oleh pemodal internasional. Investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp8,19 miliar hanya dalam waktu satu hari. Padahal, sehari sebelumnya atau pada Selasa (7/7/2026), saham ANTM juga sudah mengalami pelemahan tipis sebesar 0,34%.

Kendati demikian, performa jangka menengah emiten pelat merah ini sebenarnya masih tergolong solid. Sebab, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, harga saham ANTM secara akumulatif masih mencatatkan kenaikan sebesar 25,40%. Performa positif ini tetap terjaga walaupun investor asing terus mengguyur pasar dengan total aksi net sell fantastis mencapai Rp2,13 triliun pada periode tiga bulan yang sama. Pemodal lokal tampaknya cukup kuat untuk menopang tekanan jual dari asing tersebut.

(Aprl)