Minggu, 20 September 2026 Samarinda, ID
Internasional

Koalisi Arab Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi Menuju Riyadh

Sistem rudal pertahanan udara Patriot milik Arab Saudi dalam sebuah latihan. (Ilustrasi) (Foto: cnnindonesia.com)

Koalisi Arab Saudi Klaim Cegat Rudal Balistik Houthi Menuju Ibu Kota

Angkatan Udara Arab Saudi dilaporkan berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi dari Yaman. Rudal tersebut, menurut klaim koalisi pimpinan Saudi, ditujukan ke ibu kota Riyadh, namun berhasil dilumpuhkan sebelum mencapai target sipil.

Juru bicara koalisi, Kolonel Turki al-Malki, melalui pernyataan resminya, menegaskan bahwa operasi pencegatan ini merupakan respons terhadap ancaman terus-menerus yang dilancarkan Houthi terhadap kedaulatan dan keamanan Arab Saudi. Ia menambahkan bahwa tidak ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat insiden tersebut, berkat efektivitas sistem pertahanan udara kerajaan.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Pencegatan ini sekali lagi menyoroti eskalasi konflik di Yaman dan kemampuan Houthi untuk melancarkan serangan jarak jauh. Koalisi Arab Saudi telah berulang kali menuduh Houthi menggunakan wilayah sipil di Yaman sebagai titik peluncuran untuk rudal dan drone, sebuah tuduhan yang sering dibantah oleh kelompok tersebut.

Pola Serangan Houthi dan Latar Belakang Konflik

Serangan rudal balistik yang menargetkan Riyadh bukan kali pertama terjadi. Kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman termasuk ibu kota Sanaa, telah secara konsisten melancarkan serangan semacam ini terhadap Arab Saudi sejak koalisi pimpinan Saudi melakukan intervensi militer di Yaman pada Maret 2015. Intervensi tersebut bertujuan untuk mengembalikan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

Pola serangan Houthi ini mencakup berbagai target, mulai dari fasilitas militer, bandara sipil di Abha dan Jazan, hingga infrastruktur minyak vital seperti serangan terhadap fasilitas Aramco. Serangan-serangan ini seringkali memicu kecaman internasional dan memperkeruh upaya perdamaian yang dipimpin PBB.

Beberapa insiden serangan rudal Houthi ke Arab Saudi yang tercatat:

  • November 2017: Rudal balistik yang dicegat di dekat Bandara Internasional King Khalid Riyadh.
  • Maret 2018: Serangkaian rudal yang ditujukan ke Riyadh dan kota-kota lain, menewaskan seorang warga Mesir.
  • September 2019: Serangan drone dan rudal ke fasilitas minyak Aramco di Abqaiq dan Khurais, meskipun Houthi mengklaim bertanggung jawab, Saudi dan AS menyalahkan Iran.
  • Awal 2021: Peningkatan drastis serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah selatan Saudi.

Insiden terbaru ini menegaskan kembali bahwa terlepas dari sistem pertahanan udara yang canggih yang dimiliki Arab Saudi, ancaman dari Houthi masih sangat nyata dan berkelanjutan.

Sistem Pertahanan Udara Saudi dan Tantangan Terus-Menerus

Arab Saudi mengoperasikan salah satu sistem pertahanan udara paling canggih di dunia, yang sebagian besar terdiri dari sistem rudal Patriot buatan Amerika Serikat. Sistem ini dirancang untuk mencegat rudal balistik dan jelajah, serta pesawat tempur dan drone.

Meskipun memiliki teknologi mutakhir, volume dan variasi serangan dari Houthi, yang meliputi rudal balistik, rudal jelajah, dan drone, menimbulkan tantangan signifikan. Setiap pencegatan memerlukan respons cepat dan akurat, serta biaya operasional yang tidak sedikit. Keberhasilan pencegatan kali ini menunjukkan efektivitas sistem tersebut dalam melindungi pusat-pusat populasi utama, namun juga menggarisbawahi perlunya kewaspadaan yang konstan.

Konflik di Yaman, yang telah berlangsung lebih dari delapan tahun, telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Serangan lintas batas seperti ini hanya memperumit upaya untuk mencapai solusi politik yang berkelanjutan. Masyarakat internasional terus menyerukan semua pihak untuk mengurangi eskalasi dan kembali ke meja perundingan guna mengakhiri penderitaan rakyat Yaman dan memulihkan stabilitas di kawasan.