Senin, 7 September 2026 Samarinda, ID
Olahraga

Makhachev Balas Menohok Sindiran Dua Sabuk Holloway: Masa Depan Kelas Ringan UFC Memanas

Islam Makhachev, juara kelas ringan UFC, dalam salah satu pertarungannya. Balasannya kepada Max Holloway memanaskan persaingan di divisi ringan. (Foto: cnnindonesia.com)

Juara tak terbantahkan kelas ringan UFC, Islam Makhachev, dengan tegas membalas sindiran yang dilontarkan oleh petarung berjuluk ‘Blessed’, Max Holloway. Komentar Holloway, yang merujuk pada ‘dua sabuk’ yang ia miliki, muncul setelah kemenangan spektakuler Holloway dalam pertarungan sebelumnya, memicu gelombang spekulasi dan perdebatan di kalangan penggemar MMA.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Insiden ini berakar dari performa fenomenal Max Holloway di UFC 300, di mana ia berhasil meraih sabuk BMF (Baddest Motherf***er) setelah mengalahkan Justin Gaethje dengan KO brutal pada detik-detik terakhir ronde kelima. Perlu diklarifikasi, sumber awal mungkin keliru menyebutkan Holloway mengalahkan Ian Machado Garry di UFC 330; faktanya, kemenangan Holloway yang memicu sindiran tersebut adalah atas Gaethje di UFC 300, sebuah duel yang langsung menjadi kandidat ‘Fight of the Year’. Kemenangan itu, digabungkan dengan riwayatnya sebagai mantan juara kelas bulu, seolah memberi Holloway modal untuk ‘menyindir’ Makhachev.

Reaksi Keras Makhachev: Meremehkan Sabuk BMF?

Makhachev, yang dikenal dengan karakternya yang tenang namun penuh keyakinan, tidak tinggal diam. Respons ‘menohok’ dari petarung asal Dagestan ini menunjukkan bahwa ia menanggapi serius setiap tantangan yang datang, terutama dari petarung sekaliber Holloway. Meskipun detail pasti dari balasan Makhachev tidak disebutkan, dapat diprediksi bahwa ia akan merujuk pada perbedaan antara sabuk BMF—yang merupakan sabuk ‘gimmick’ dan bukan gelar juara divisi sejati—dengan sabuk juara dunia yang ia pegang teguh.

Balasan Makhachev bisa jadi menyiratkan:

  • Klaim superioritas: Sebagai juara tak terbantahkan, Makhachev mungkin melihat sindiran Holloway sebagai upaya untuk merendahkan statusnya.
  • Fokus pada gelar sejati: Baginya, satu-satunya ‘sabuk’ yang benar-benar berarti adalah gelar juara dunia kelas ringan, bukan gelar simbolis seperti BMF.
  • Tantangan langsung: Respons ini juga bisa menjadi sinyal bahwa Makhachev siap menghadapi Holloway jika ‘Blessed’ serius ingin menantang di kelas ringan.

Sebagai murid dari legenda tak terkalahkan Khabib Nurmagomedov, Makhachev telah membuktikan dirinya sebagai dominator kelas ringan, dengan kemenangan-kemenangan impresif atas lawan-lawan tangguh seperti Charles Oliveira, Alexander Volkanovski (dua kali), dan Dustin Poirier. Konsistensinya dalam mempertahankan gelar membuktikan bahwa ia adalah kekuatan yang harus diperhitungkan.

Peluang Duel Makhachev vs. Holloway: Superfight yang Dinantikan?

Sindiran Holloway dan balasan Makhachev secara otomatis memanaskan potensi pertarungan antara kedua superstar ini. Holloway, yang kini memegang sabuk BMF dan telah menunjukkan performa luar biasa di kelas ringan, jelas memiliki momentum untuk menantang gelar. Namun, ada beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan:

  • Perbedaan Divisi: Makhachev adalah juara kelas ringan (155 lbs), sementara Holloway adalah mantan juara kelas bulu (145 lbs) yang baru saja sukses di kelas ringan. Adaptasi Holloway terhadap kelas ringan secara permanen akan menjadi kunci.
  • Persaingan Kelas Ringan: Divisi ringan UFC adalah salah satu yang paling sengit, dengan penantang kuat seperti Arman Tsarukyan, Justin Gaethje (meskipun baru kalah dari Holloway), dan Charles Oliveira yang masih mengintai.
  • Bobot dan Kekuatan: Makhachev dikenal memiliki kekuatan fisik dan kemampuan grappling yang luar biasa, yang mungkin menjadi tantangan besar bagi Holloway.

Peluang duel ini akan bergantung pada keputusan Dana White dan para pembuat pertandingan UFC, serta keinginan kedua petarung. Bagi Holloway, mengamankan pertarungan melawan Makhachev akan menjadi kesempatan untuk menulis namanya dalam sejarah sebagai juara dua divisi sejati—sesuatu yang akan jauh lebih signifikan daripada sekadar memegang dua ‘sabuk’ yang satu di antaranya adalah simbolis.

Masa Depan Kelas Ringan UFC

Pertukaran verbal antara Makhachev dan Holloway ini semakin menambah bumbu drama di divisi ringan UFC. Para penggemar selalu antusias dengan prospek superfight, dan pertarungan antara dua petarung elite ini pasti akan menarik perhatian global. Jika Holloway memutuskan untuk serius mengejar gelar kelas ringan, ia akan menghadapi salah satu tantangan terberat dalam karirnya. Di sisi lain, Makhachev akan memiliki kesempatan untuk semakin memperkuat klaimnya sebagai salah satu petarung pound-for-pound terbaik di dunia dengan mengalahkan legenda seperti Max Holloway. Masa depan kelas ringan UFC tampak semakin menarik untuk disimak.