Dispar Kaltim Dukung Mods Mayday 2026, Wadah Kreativitas Anak Muda dan UMKM Lokal.
6 mins read

Dispar Kaltim Dukung Mods Mayday 2026, Wadah Kreativitas Anak Muda dan UMKM Lokal.

SAMARINDA, nusavox.com – Semangat persaudaraan, kreativitas, dan kolaborasi mewarnai pembukaan Samarinda Mods Mayday 2026 yang digelar di Temindung Creative Hub, eks Bandara Temindung, Samarinda, Sabtu (30/5/2026).

Mengusung tema “Sound of Unity”, kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi komunitas Vespa, sekaligus ruang pengembangan ekonomi kreatif, hiburan, dan promosi pariwisata daerah.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu dihadiri Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Ririn Sari Dewi, S.IP., M.Si., Sekretaris Dispar Kaltim Restiawan Baihaqi, S.T, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim Awang Khalik, Gunawan, komunitas Vespa dari berbagai Kabupaten dan Kota di Kaltim, sponsor, media partner, serta ratusan peserta dan pengunjung yang memadati kawasan Temindung Creative Hub.

Ketua Panitia Pelaksana, Yudi Adi Prabowo, mengatakan Samarinda Mods Mayday 2026 tidak hanya dirancang sebagai ajang berkumpul para scooterist, tetapi juga menjadi wadah yang mempertemukan komunitas, pelaku usaha kreatif, musisi, hingga masyarakat umum dalam satu ruang kebersamaan.

Samarinda Mods Mayday 2026 bukan hanya sekadar ajang kumpul komunitas, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi, kreativitas, hiburan, dan aksi sosial. Selama dua hari pelaksanaan, berbagai kegiatan telah kami siapkan mulai dari band lokal, DJ, hingga menghadirkan penyanyi nasional Denny Frust,” ujarnya saat memberikan sambutan pembukaan.

Selain hiburan musik, panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung seperti bazar UMKM, donor darah, zumba party, riding Vespa keliling Kota Samarinda, meet up komunitas, kontes Vespa, hingga berbagai aktivitas kreatif lainnya.

Menurut Yudi, persiapan kegiatan dilakukan selama beberapa pekan bersama sejumlah komunitas dan relawan yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.

Ia menilai suksesnya kegiatan tersebut, merupakan hasil kolaborasi banyak pihak yang memiliki semangat sama, untuk memajukan komunitas dan ekonomi kreatif daerah.

“Berkat kerja keras panitia, dukungan komunitas, sponsor, media partner, serta seluruh pihak yang terlibat, acara ini akhirnya dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya acara, di antaranya Beemax, Motul, Telkomsel, Pristine, QJ Motor, Sejati Group, Sahabat Ananda, Borneo Group, BSSR, Andy Jaya Motor, SVM Samarinda, Rajawali, Camping Outdoor, Electric Vespa, Mahakam Scooter Club, Pura-pura Loak, The Papah, Migas Mandiri Pratama Kalimantan Timur, iNScoot Premium Scooter Store, hingga PMI Kota Samarinda.

Tak hanya itu, Yudi turut mengucapkan terima kasih kepada Dispar Kaltim, yang dinilai telah memberikan ruang bagi komunitas, untuk terus tumbuh dan berkreasi, melalui berbagai program ekonomi kreatif yang dijalankan Pemerintah Daerah.

“Harapan Kami, kegiatan ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang membawa dampak positif bagi komunitas, UMKM, dunia kreatif, dan pariwisata di Kaltim, khususnya Kota Samarinda,” ucapnya.

Sementara itu, Kadispar Provinsi Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyampaikan bahwa Mods Mayday Samarinda 2026 menjadi salah satu contoh, bagaimana komunitas mampu menciptakan ruang kreatif yang produktif, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mempertemukan berbagai unsur penting dalam ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari komunitas, pelaku UMKM, musisi, hingga sektor pariwisata.

“Mods Mayday Samarinda 2026 bukan hanya sebuah acara musik atau pertemuan komunitas. Kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas karena menjadi ruang perjumpaan antara musik, kreativitas anak muda, komunitas Vespa, dan ekonomi kreatif daerah,” ujarnya.

Ririn mengatakan, tema “Sound of Unity” mencerminkan semangat kebersamaan yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang melalui musik, komunitas, dan aktivitas kreatif yang positif.

Ia juga menilai kegiatan tersebut memiliki nilai istimewa karena menjadi momentum perayaan 10 tahun SKAwan Samarinda dan 11 tahun KUTU Vespa Samarinda yang selama ini aktif membangun solidaritas komunitas di Kota Tepian.

Menurutnya, sektor pariwisata saat ini tidak lagi hanya berbicara mengenai destinasi wisata alam, tetapi juga berkaitan dengan event kreatif, seni pertunjukan, musik, kuliner, dan berbagai aktivitas yang mampu menarik kunjungan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

“Semua ini menjadi bukti, bahwa kreativitas masyarakat Samarinda terus bergerak dan mampu menciptakan ruang hiburan yang positif, produktif, dan bernilai ekonomi,” katanya.

Ririn menambahkan, kegiatan seperti Mods Mayday memiliki dampak langsung terhadap pelaku UMKM, pekerja kreatif, komunitas musik, media lokal, hingga pelaku usaha yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.

“Di sinilah event memiliki peran strategis, yaitu menjadi penggerak ekonomi, ruang promosi karya lokal, sekaligus sarana memperkuat citra Samarinda sebagai kota yang hidup, kreatif, dan terbuka terhadap berbagai ekspresi budaya,” jelasnya.

Ia juga berharap Temindung Creative Hub dapat terus berkembang menjadi pusat kolaborasi komunitas kreatif di Kaltim, sekaligus menjadi ruang lahirnya berbagai inovasi dan kegiatan kreatif yang melibatkan generasi muda.

Pemprov Kaltim sendiri, saat ini terus mendorong kawasan tersebut, menjadi pusat konektivitas dan kolaborasi pelaku ekonomi kreatif daerah.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khalik, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen terus memberikan ruang bagi komunitas, untuk berkembang melalui berbagai kegiatan kreatif yang difasilitasi di Temindung Creative Hub.

Menurutnya, program Ruang Akhir Pekan yang rutin dilaksanakan selama ini, memang ditujukan sebagai wadah bagi komunitas untuk menampilkan karya, produk, dan kreativitas mereka kepada masyarakat luas.

“Semuanya memang kita berikan untuk komunitas. Mereka punya karya, punya produk, dan bisa tampil di sini. Kami memberikan ruang dan fasilitas agar komunitas dapat terus berkembang,” ujarnya.

Awang menambahkan, meskipun di tengah tantangan efisiensi anggaran, Pemprov Kaltim tetap berupaya mendukung kegiatan komunitas, karena dinilai mampu menciptakan ruang kreatif sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Pemprov Kaltim tetap bersama komunitas dan tetap menghidupkan kegiatan-kegiatan yang memberikan ruang kreatif, untuk mereka sebagai wadah menumbuhkan ekonomi kreatif di Kaltim,” katanya.

Sementara itu, Ririn mengungkapkan bahwa Samarinda Mods Mayday 2026 menjadi event perdana, yang berhasil menarik antusiasme komunitas Vespa dari berbagai daerah di Kaltim.

“Ini menjadi ekosistem yang bagus. Kita bertumbuh bersama dengan teman-teman yang dikemas dalam kegiatan komunitas hobi, musik, UMKM, dan berbagai aktivitas lainnya,” ungkapnya.

Dengan mengusung slogan “Satu Vespa Sejuta Saudara”, Samarinda Mods Mayday 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar komunitas scooterist, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif, promosi pariwisata, dan penguatan kolaborasi komunitas di Kaltim.

Melalui dukungan Pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan terus berkembang menjadi agenda tahunan, yang mampu memperkuat identitas Samarinda sebagai kota kreatif yang terbuka terhadap berbagai ekspresi seni, budaya, dan inovasi anak muda. (AI)