Selasa, 6 Oktober 2026 Samarinda, ID
Ekonomi & Bisnis

Sang Hyang Seri Targetkan Laba Positif 2025 Usai Lepas dari Kerugian

Direksi PT Sang Hyang Seri berdiskusi mengenai strategi peningkatan kinerja dan kemitraan petani dalam upaya mencapai laba positif di tahun 2025. (Foto: cnnindonesia.com)

PT Sang Hyang Seri (Persero), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor pangan, kini tengah mengejar target ambisius untuk mencatatkan kinerja keuangan positif. Perusahaan memproyeksikan pencapaian EBITDA dan laba bersih positif pada tahun 2025. Proyeksi ini menandai sebuah potensi pembalikan signifikan dari kondisi kerugian yang membayangi operasional perusahaan pada tahun 2022, sebuah periode yang menuntut evaluasi mendalam dan langkah strategis yang drastis.

Penetapan target laba positif di masa depan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan dari serangkaian upaya restrukturisasi dan perbaikan fundamental yang tengah digalakkan. Sumber internal perusahaan mengindikasikan bahwa manajemen saat ini sangat berfokus pada dua pilar utama: peningkatan profitabilitas yang berkelanjutan dan penguatan kemitraan strategis dengan para petani. Kedua pilar ini dianggap krusial untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan peran vital Sang Hyang Seri dalam ekosistem pangan nasional.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Menjelajahi Jurang Kerugian 2022 dan Kebutuhan Transformasi

Tahun 2022 menjadi titik nadir bagi Sang Hyang Seri. Perusahaan menghadapi tantangan berat yang mengakibatkan kerugian signifikan, mencerminkan kompleksitas operasional, inefisiensi, dan mungkin juga tekanan pasar yang tinggi. Kinerja negatif tersebut memicu sorotan tajam dari Kementerian BUMN, yang menuntut adanya langkah-langkah konkret untuk penyelamatan dan penyehatan perusahaan. Kondisi ini bukan hal baru bagi beberapa BUMN di sektor pangan yang kerap bergulat dengan masalah tata kelola, biaya operasional tinggi, dan fluktuasi harga komoditas.

Pengalaman pahit di tahun 2022 menjadi katalisator bagi transformasi besar. Manajemen baru, dengan dukungan penuh dari pemegang saham, menyadari bahwa model bisnis lama tidak lagi relevan dan berkelanjutan. Kementerian BUMN sendiri terus mendorong sinergi dan efisiensi di antara seluruh entitas BUMN, termasuk di sektor pangan, demi menciptakan ekosistem yang lebih kuat dan berdaya saing. Inisiatif transformasi ini mencakup pemangkasan biaya yang tidak perlu, optimalisasi aset, dan penataan ulang rantai pasok.

Strategi Komprehensif Mendongkrak Profitabilitas

Untuk mencapai target laba positif pada 2025, Sang Hyang Seri mengimplementasikan strategi multi-lapis yang berorientasi pada peningkatan efisiensi dan pendapatan. Beberapa poin penting dalam strategi ini meliputi:

  • Restrukturisasi Operasional: Meninjau ulang seluruh proses bisnis untuk menghilangkan bottleneck dan inefisiensi, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi produk akhir.
  • Diversifikasi Produk dan Pasar: Tidak hanya terpaku pada komoditas inti, perusahaan mulai menjajaki peluang di produk turunan atau pasar niche yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi.
  • Manajemen Biaya Ketat: Implementasi sistem pengawasan biaya yang lebih rigid dan efektif di setiap divisi, termasuk negosiasi ulang dengan pemasok dan vendor.
  • Optimalisasi Aset: Memanfaatkan aset-aset perusahaan yang mungkin sebelumnya kurang produktif untuk menghasilkan nilai tambah, atau bahkan menjual aset non-inti untuk mendanai investasi strategis.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan struktur biaya yang lebih ramping dan sumber pendapatan yang lebih beragam, membentuk fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Menguatkan Kemitraan Petani untuk Keberlanjutan

Pilar kedua yang tidak kalah vital adalah penguatan kemitraan dengan petani. Sang Hyang Seri memahami bahwa keberhasilan di sektor pertanian sangat bergantung pada hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan dengan para produsen di tingkat hulu. Kemitraan ini mencakup:

  • Pendampingan dan Edukasi: Memberikan bimbingan teknis dan pelatihan kepada petani mengenai praktik pertanian terbaik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
  • Jaminan Pasar: Menyediakan kepastian pembelian hasil panen petani dengan harga yang adil, sehingga petani memiliki jaminan pendapatan dan termotivasi untuk terus berproduksi.
  • Akses Permodalan dan Teknologi: Memfasilitasi petani dalam mendapatkan akses permodalan dari lembaga keuangan atau memperkenalkan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan pangan.
  • Transparansi Rantai Pasok: Membangun sistem rantai pasok yang lebih transparan dan efisien, memotong mata rantai yang tidak perlu dan memastikan keuntungan yang lebih adil bagi petani.

Kemitraan yang solid ini tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga memastikan pasokan bahan baku yang stabil dan berkualitas bagi Sang Hyang Seri, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Optimisme Sang Hyang Seri untuk mencapai laba positif pada 2025 merupakan sinyal positif bagi sektor BUMN pangan dan ekonomi nasional. Keberhasilan ini akan membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat dan eksekusi yang konsisten, BUMN mampu bangkit dari keterpurukan dan berkontribusi secara signifikan.

Namun, jalan menuju profitabilitas berkelanjutan tidak akan mudah. Fluktuasi harga komoditas, perubahan iklim, serta dinamika pasar yang kompetitif akan selalu menjadi tantangan. Komitmen jangka panjang terhadap inovasi, efisiensi, dan pengembangan sumber daya manusia akan menjadi kunci utama bagi Sang Hyang Seri untuk tidak hanya mencapai target 2025, tetapi juga mempertahankan performa positifnya di tahun-tahun mendatang. Transformasi ini diharapkan menjadi contoh bagi BUMN lain yang tengah berjuang untuk menyehatkan kinerja keuangannya.