Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki berusia 18 tahun yang mengalami hipotermia akut di kawasan Gunung Kayu Satu, Maluku. Korban, yang identitasnya tidak disebutkan untuk menjaga privasi, kini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam untuk memulihkan kondisinya.
Kejadian ini berawal ketika tim SAR menerima laporan mengenai seorang pendaki yang jatuh sakit dan tidak bisa melanjutkan perjalanan akibat paparan dingin ekstrem di gunung tersebut. Setelah koordinasi cepat, tim penyelamat segera bergerak menuju lokasi yang dilaporkan. Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat kondisi medan yang menantang dan cuaca yang tidak menentu, menambah urgensi penanganan korban yang sudah menunjukkan gejala hipotermia parah.
Detail Operasi Penyelamatan Tim SAR
Operasi penyelamatan pendaki muda ini melibatkan personel gabungan dari Basarnas Ambon dan relawan pecinta alam setempat. Tim berangkat dini hari untuk memaksimalkan waktu sebelum kondisi cuaca memburuk. Dengan peralatan pendakian dan medis darurat yang lengkap, mereka menembus jalur terjal dan licin di Gunung Kayu Satu.
Koordinator Lapangan Basarnas Ambon menyatakan, tim membutuhkan waktu beberapa jam untuk mencapai posisi korban yang ditemukan dalam kondisi lemas, menggigil hebat, dan mulai menunjukkan tanda-tanda kebingungan, gejala khas dari hipotermia tingkat sedang hingga parah. Penanganan awal di lokasi dilakukan dengan membungkus korban menggunakan selimut termal dan memberinya cairan hangat untuk mencoba menstabilkan suhu tubuhnya.
“Kami berupaya secepat mungkin, karena setiap menit sangat berharga bagi penderita hipotermia. Syukurlah, kami berhasil membawanya turun dengan selamat meskipun medan cukup sulit,” ujar salah satu anggota tim SAR. Setelah berhasil dievakuasi dari gunung, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Ambon untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut oleh dokter spesialis.
Kondisi Terkini Pendaki dan Penanganan Medis
Setibanya di Rumah Sakit Siloam, pendaki berusia 18 tahun tersebut segera mendapatkan perawatan medis yang komprehensif. Pihak rumah sakit enggan memberikan detail spesifik terkait kondisi pasien tanpa persetujuan keluarga, namun memastikan bahwa korban berada dalam pengawasan ketat dan mendapatkan penanganan terbaik untuk memulihkan suhu tubuhnya dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Hipotermia dapat menyebabkan kerusakan organ vital jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Bahaya Hipotermia Bagi Pendaki dan Pencegahannya
Hipotermia adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya untuk memproduksi panas, menyebabkan suhu tubuh inti turun di bawah 35°C. Bagi pendaki gunung, risiko hipotermia sangat tinggi, terutama di daerah dengan ketinggian dan perubahan cuaca yang ekstrem.
Beberapa faktor pemicu hipotermia di gunung meliputi:
- Paparan dingin berkepanjangan tanpa perlindungan memadai.
- Pakaian basah akibat hujan atau keringat yang tidak segera diganti.
- Kelelahan ekstrem dan kurangnya asupan nutrisi atau cairan.
- Angin kencang yang mempercepat pendinginan tubuh (wind chill factor).
- Minimnya persiapan dan pengetahuan tentang kondisi medan.
Penting bagi setiap pendaki untuk memahami gejala awal hipotermia, seperti menggigil tak terkontrol, kulit pucat dan dingin, kebingungan, hingga sulit berbicara. Penanganan dini sangat krusial untuk mencegah kondisi memburuk. Baca lebih lanjut tentang hipotermia dan penanganannya di sini.
Pentingnya Persiapan Matang Sebelum Mendaki Gunung
Insiden penyelamatan pendaki di Gunung Kayu Satu ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya persiapan yang matang sebelum memutuskan untuk mendaki gunung. Kejadian ini mirip dengan beberapa insiden serupa yang pernah kami ulas sebelumnya, seperti dalam artikel “Tantangan Evakuasi di Pegunungan Maluku: Pelajaran dari Insiden Lalu”, menunjukkan bahwa keselamatan pendaki adalah tanggung jawab bersama.
Beberapa tips keselamatan yang perlu diperhatikan pendaki:
- Cek Kondisi Cuaca: Selalu pantau prakiraan cuaca terbaru sebelum dan selama pendakian.
- Perlengkapan Memadai: Bawa pakaian berlapis anti-air, jaket hangat, sleeping bag yang sesuai, dan tenda yang kuat.
- Nutrisi & Hidrasi: Bawa makanan berkalori tinggi dan cukup air minum.
- Mendaki dalam Kelompok: Jangan mendaki sendirian dan pastikan ada yang tahu rute serta estimasi waktu kembali Anda.
- Peta & Navigasi: Kuasai penggunaan peta dan kompas atau GPS.
- Kondisi Fisik Prima: Pastikan tubuh dalam keadaan sehat dan bugar sebelum mendaki.
Imbauan Keselamatan dari Pihak Berwenang
Pihak Basarnas dan Dinas Pariwisata setempat mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pecinta alam, untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas pendakian. Perizinan dan pelaporan rencana pendakian kepada pihak berwenang sangat dianjurkan agar dalam keadaan darurat, proses pencarian dan penyelamatan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terkoordinasi.
“Gunung Kayu Satu memang memiliki daya tarik keindahan alam yang luar biasa, namun juga menyimpan potensi bahaya jika tidak dihadapi dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan tinggi,” tegas seorang perwakilan dari dinas terkait, berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

