Minggu, 20 September 2026 Samarinda, ID
Hukum & Kriminal

Sumur Bor Warga Amblas, Warga Sepaso Selatan Minta Verifikasi

KUTAI TIMUR, nusavox.com — Masalah krisis air bersih meresahkan warga di sekitar Jalan Poros Bengalon RT 005 dan Jalan Poros Wahau Lama RT 007, Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon. Warga melaporkan fenomena sumur bor warga amblas hingga tidak mampu lagi mengalirkan air bersih.

Kondisi merugikan tersebut terjadi sejak aktivitas pertambangan beroperasi di dekat permukiman mereka. Meskipun demikian, para pihak terkait belum bisa menyimpulkan penyebab pasti dari kerusakan sumur tersebut, Sabtu (19/9/2026).

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Oleh karena itu, masyarakat melalui kuasa hukumnya mendesak adanya pemeriksaan teknis secara independen. Langkah ini penting untuk memastikan apakah masalah tersebut berkaitan langsung dengan kegiatan tambang atau faktor alam lainnya.

Kuasa Hukum Soroti Dampak Aktivitas Pertambangan

Kuasa hukum masyarakat, Muhammad Eko Cahyono, menegaskan bahwa masalah air bersih ini sudah masuk ke dalam poin pengaduan resmi warga.

“Hingga saat ini, belum ada tindakan nyata untuk mengatasi masalah debu, efek blasting, dan gangguan sumber air milik warga,” ujar Eko.

Selain itu, Eko juga menyoroti hasil survei lapangan yang berlangsung pada 3 Agustus 2026 lalu. Ia menemukan adanya kejanggalan dalam pengukuran jarak antara lokasi sumur warga dan titik galian tambang aktif.

“Ada perbedaan data pengukuran jarak antara titik sumur bor warga dengan lokasi galian tambang aktif,” ungkapnya.

Mendesak Verifikasi Data Transparan dan Tindakan Nyata

Menyikapi perbedaan data tersebut, Eko meminta pihak berwenang membuka hasil survei dan metode pengukuran secara transparan. Dengan begitu, semua pihak dapat menghindari simpang siur informasi serta perbedaan kesimpulan.

Bagi masyarakat Sepaso Selatan, air bersih merupakan kebutuhan pokok yang sangat mendesak. Oleh sebab itu, warga berharap pemerintah dan perusahaan segera memulihkan sumber air mereka serta mengusut tuntas penyebab utamanya.

“Pada akhirnya, kami mendesak adanya tindakan nyata yang cepat, singkat, dan efektif bagi warga yang terdampak,” pungkas Muhammad Eko Cahyono.

(Aprl)