Senin, 22 Juni 2026 Samarinda, ID
Internasional

Taekwondo Indonesia Sabet 2 Medali di Australia Open 2026

Foto Istimewa : Taekwondo, Olahraga Bela Diri

SAMARINDA, nusavox.com – Tim Taekwondo Indonesia sukses mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Skuad Merah Putih membawa pulang dua medali dari kejuaraan WT President’s Cup Oceania 2026 dan Australia Open 2026.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, memberikan apresiasi tinggi dan mengucapkan selamat kepada para atlet yang telah berjuang keras atas keberhasilan luar biasa ini.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Gold Coast Sports and Leisure Centre, Carrara, Queensland, Australia menjadi saksi bisu kompetisi yang berlangsung selama dua hari pada 18–19 Juni 2026 tersebut. Arena ini menjadi panggung besar bagi ribuan petarung taekwondo dunia untuk memburu poin ranking global.

Turnamen Kelas Dunia Pengumpul Poin Peringkat

Oceania Taekwondo Union dan Australian Taekwondo menggelar turnamen bergengsi yang bukan kompetisi sembarangan ini. WT President’s Cup Oceania 2026 memegang status Grade 3 (G3). Level ini menawarkan poin ranking dunia yang jauh lebih besar daripada turnamen regional biasa, termasuk Australia Open yang hanya berstatus G2.

Oleh karena itu, para atlet harus mengamankan setiap kemenangan di Gold Coast demi menjaga asa menuju kejuaraan dunia dan menembus level elite.

Sebanyak 621 atlet bertarung sengit di nomor Kyorugi (tarung). Mereka datang mewakili berbagai negara anggota World Taekwondo (WT). Turnamen ini mementaskan empat disiplin utama, yaitu Kyorugi, Para Kyorugi, Poomsae (seni), dan Para Poomsae. Selain kategori senior, panitia juga membuka kelas untuk kategori Junior (15–17 tahun) dan Cadet (12–14 tahun) yang mencetak bintang-bintang baru taekwondo dunia.

Perjuangan Hebat Atlet Taekwondo Indonesia

Kontingen Taekwondo Indonesia sendiri menurunkan kekuatan minimalis namun efisien. PBTI mengirimkan tiga atlet Kyorugi dan satu atlet Poomsae, yaitu:

  • Aziz Hidayat Tumakaka (Kyorugi kelas -54 kg)
  • Khavka Zhaviv (Kyorugi kelas -63 kg)
  • Mhd Raihan Fadhilah (Kyorugi kelas -80 kg)
  • M. Rizal (Poomsae Individual Putra)

Konsistensi Aziz Hidayat Raih Perunggu dan Perak

Aziz Hidayat Tumakaka menorehkan hasil paling mencolok. Pada ajang WT President’s Cup Oceania (G3), Aziz tampil dominan di perempat final dan melibas wakil Jepang, Ohara Keishin, lewat skor 20-12 dan 16-0. Sayangnya, wakil Amerika Serikat, Gun Youngsuk Ethan, menghentikan langkah Aziz di semifinal melalui kekalahan tipis, sehingga Aziz harus puas membawa pulang medali perunggu.

Namun, Aziz tidak mengendurkan performanya. Ia justru meningkatkan prestasinya dengan menyabet medali perak pada ajang Australia Open 2026 (G2) yang berlangsung 20–21 Juni di tempat yang sama.

Aziz memulai pembuktiannya dengan menumbangkan wakil tuan rumah Australia di laga awal, lalu menembus babak final untuk melawan De Moraes Giovanni Aubin dari Brasil. Lewat drama tiga ronde yang ketat (12-17, 10-2, dan 12-14), Aziz akhirnya mengakhiri kompetisi sebagai runner-up.

Catatan Perjuangan Atlet Lainnya

Sementara itu, atlet Indonesia lainnya juga menunjukkan daya juang yang tinggi:

  • Khavka Zhaviv (-63 kg) memetik kemenangan mutlak atas wakil Australia, Marthin Jack, di babak 32 besar sebelum atlet tangguh Taiwan, Huang Cho Cheng, menghadang langkahnya di babak 16 besar.
  • Mhd Raihan Fadhilah (-80 kg) harus mengakui keunggulan atlet Arab Saudi, Hamedi Tareq, di babak 16 besar setelah melewati duel sengit tiga ronde.
  • M. Rizal (Poomsae) belum mampu melangkah jauh pada nomor individual putra, namun ia mengantongi pengalaman bertanding yang sangat berharga.

Tatap Asian Games 2026 dan SEA Games 2027

Meskipun tim sempat menghadapi kendala keterbatasan anggaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun ini, internal PBTI memberikan dukungan penuh sehingga Pelatnas tetap berjalan optimal.

Manajer Pelatnas Taekwondo Indonesia, Adhy Ariansyah, menjelaskan bahwa partisipasi di Australia merupakan bagian dari program jangka panjang mereka.

“President Cup G3 merupakan bagian penting dari program Pelatnas dalam rangka mempersiapkan atlet menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada bulan Oktober serta SEA Games Kuala Lumpur 2027,” ujar Adhy pada Minggu (21/6/2026).

Senada dengan Adhy, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Pino Indra, menegaskan bahwa turnamen ini bertujuan untuk memperbanyak jam terbang internasional melawan atlet elite dunia sekaligus menaikkan peringkat dunia atlet senior Indonesia.

Satu medali perunggu dan satu medali perak dari Gold Coast ini membuktikan bahwa Taekwondo Indonesia sedang berjalan di jalur yang tepat menuju panggung olahraga multieven terbesar di Asia mendatang.

Penulis : Aprillia