Program TJSL KKT Dorong Pertanian Produktif dan Pendapatan Warga Kariangau.
BALIKPAPAN, nusavox.com — PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) terus memperkuat peran sosialnya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan mendorong pengembangan sektor pertanian berbasis masyarakat.
Salah satu implementasinya dilakukan di RT 12, Kelurahan Kariangau, Kota Balikpapan, melalui dukungan terhadap Kelompok Tani Cabe Ceria yang mengelola Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).
Program ini dinilai tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Di atas lahan seluas kurang lebih 50 x 63 meter, sebanyak 19 anggota kelompok tani secara aktif mengembangkan berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, terong, tomat, dan kemangi.
Dengan sistem pengelolaan berbasis kelompok, area tanam dibagi dalam sejumlah bedeng untuk memaksimalkan produktivitas dan efisiensi perawatan.
Hasil panen yang diperoleh tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga dipasarkan ke luar wilayah, sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi anggota kelompok.
Melihat potensi tersebut, PT KKT menyalurkan dukungan dalam bentuk bantuan sarana produksi pertanian dan infrastruktur pendukung.
Perusahaan menyerahkan 150 bibit tanaman hortikultura serta 45 karung pupuk, yang terdiri dari pupuk kandang dan pupuk kambing untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Selain itu, perusahaan juga menyediakan fasilitas penunjang berupa tandon air berkapasitas 1.200 liter dan mesin pompa air, untuk mengatasi kendala irigasi, serta paranet guna melindungi tanaman dari cuaca ekstrem dan serangan hama.
Direktur Utama PT KKT, Enriany Muis, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun hubungan berkelanjutan, dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional, sekaligus mendukung penguatan ekonomi lokal.
“Program TJSL ini kami arahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat di sekitar operasional perusahaan, dan Kami melihat potensi besar dari inisiatif warga dalam mengelola lahan, sehingga perlu didukung agar mampu berkembang lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan perusahaan tidak hanya sebatas pemberian bantuan, tetapi juga berupaya menciptakan fondasi kemandirian masyarakat melalui penguatan sektor produktif.
Ketua RT 12 Kariangau, Jarnoto, mengapresiasi langkah PT KKT yang dinilai tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi warga.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi dorongan penting bagi masyarakat, untuk mengembangkan pertanian skala rumah tangga.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari PT KKT, dengan dukungan ini sangat membantu warga, dalam meningkatkan hasil pertanian dan membuka peluang tambahan pendapatan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Cabe Ceria, Sri Hartati, berharap program serupa dapat terus berlanjut, termasuk dalam bentuk pendampingan, agar kapasitas kelompok semakin meningkat.
“Kami ingin kelompok tani ini terus berkembang, dan dengan dukungan yang berkelanjutan, kami optimistis hasil panen bisa meningkat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Program KRPL Cabe Ceria menjadi salah satu contoh, bagaimana kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dapat menciptakan dampak ekonomi dan sosial secara simultan.
Ke depan, PT KKT berkomitmen untuk terus mengembangkan program berbasis kebutuhan masyarakat, dengan fokus pada keberlanjutan dan peningkatan kesejahteraan.
Dengan pengelolaan yang semakin baik, kawasan KRPL di Kariangau diharapkan mampu menjadi model pengembangan pertanian komunitas, yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi warga di wilayah pesisir Balikpapan. (AI)

