Rabu, 1 Juli 2026 Samarinda, ID
Daerah

Pemprov Kaltara Ajak Warga Lestarikan Mangrove

Foto Istimewa : Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Taufik Hidayat, S.TP., M.Si.

BULUNGAN, nusavox.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa memikul sendiri beban pelestarian ekosistem mangrove. Oleh karena itu, keberhasilan dalam menjaga kawasan pesisir ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh pihak, mulai dari masyarakat, dunia usaha, hingga mitra pembangunan.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setprov Kaltara, Taufik Hidayat, menyampaikan penegasan tersebut saat menghadiri Kick-Off Meeting dan Sosialisasi Pelaksanaan Forest Programme (FP) VI. Program strategis ini hadir untuk mendukung perlindungan serta pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan di wilayah Kaltara.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Komitmen Bersama Menjaga Hutan Pesisir Kaltara

Taufik menjelaskan bahwa Kaltara sebagai provinsi termuda masih memiliki kawasan hutan yang sangat luas. Kawasan tersebut termasuk ekosistem mangrove yang menjadi habitat penting bagi berbagai jenis satwa unik. Oleh sebab itu, seluruh elemen daerah harus terus memperkuat upaya pelestarian sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk masa depan.

“Sebagai daerah yang masih memiliki hutan dan mangrove, sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga serta melestarikannya,” jelas Taufik pada Selasa (30/6/2026).

Kolaborasi Jadi Kunci Utama Keberhasilan

Saat ini, Pemprov Kaltara melalui Dinas Kehutanan bersama instansi terkait terus menjalankan berbagai program pelestarian hutan secara intensif. Namun demikian, Taufik kembali mengingatkan bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan eksternal. Oleh karena itu, kolaborasi erat dengan pihak swasta dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Kita juga memiliki mitra-mitra yang ikut mendukung pelaksanaan program ini. Jadi, tanggung jawab menjaga hutan bukan hanya ada pada pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan,” katanya.

Manfaat Lingkungan dan Peluang Ekonomi Masyarakat

Selain berdampak positif pada perbaikan aspek lingkungan, pelestarian ekosistem mangrove ternyata mampu membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana tentu saja dapat mendorong tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi produktif di wilayah pesisir.

Menurut Taufik, pihak pengelola dapat mengembangkan kawasan mangrove ini menjadi destinasi wisata alam yang menarik. Wisatawan bisa menikmati wisata edukasi maupun rekreasi, seperti memancing, tanpa harus merusak atau mengabaikan prinsip kelestarian lingkungan.

“Kalau hutan mangrove tetap terjaga, masyarakat akan melihat bahwa kawasan ini memiliki potensi besar, baik untuk meningkatkan ekonomi maupun sebagai tujuan wisata alam,” jelasnya.

Pada akhirnya, Taufik berharap pelaksanaan Forest Programme VI ini mampu meningkatkan kesadaran seluruh pihak secara signifikan. Dengan demikian, kelestarian hutan pesisir di Kalimantan Utara dapat terus terjaga dengan baik demi generasi mendatang.

Penulis : Aprillia