Rabu, 1 Juli 2026 Samarinda, ID
Daerah

BNN Nunukan & Konsulat RI Tawau Berantas Narkoba Perbatasan

Foto Istimewa : Kepala BNN Kabupaten Nunukan, Anton Siagian, dan Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin

NUNUKAN, nusavox.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nunukan terus memperkuat kerja sama dengan Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika di perbatasan Indonesia–Malaysia.

Kepala BNN Kabupaten Nunukan, Anton Siagian, memimpin langsung kunjungan jajarannya ke Kantor Konsulat RI Tawau di Sabah, Malaysia, pada Senin (29/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Acting Konsul RI Tawau beserta jajarannya menyambut hangat kedatangan tim BNN Nunukan.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Sinergi Strategis Menghalau Kejahatan Transnasional

Kunjungan ini menjadi bagian penting dari upaya mempererat koordinasi antar-institusi. Tentu saja, langkah ini krusial untuk menghadapi ancaman penyelundupan narkoba yang kerap memanfaatkan jalur lintas batas, khususnya di kawasan perbatasan Kalimantan Utara dan Sabah.

Kepala BNN Kabupaten Nunukan, Anton Siagian, menyampaikan apresiasi mendalam atas hubungan baik yang selama ini telah terjalin. Menurut Anton, sinergi ini memiliki peran yang sangat strategis dalam membendung kejahatan transnasional.

“Kami mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan Konsulat RI Tawau. Sinergi ini sangat penting dalam mendukung upaya pengawasan dan pencegahan masuk maupun keluarnya narkotika serta obat-obatan terlarang melalui jalur perbatasan Indonesia–Malaysia,” ujar Anton.

Oleh karena itu, Anton menegaskan bahwa BNN Nunukan membutuhkan dukungan serta koordinasi yang berkelanjutan. Hal ini mengingat kawasan perbatasan memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap peredaran gelap narkoba.

Komitmen Konsulat RI Tawau dan Mitigasi Jalur Tikus

Menanggapi hal tersebut, Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan komitmen kuat instansinya untuk terus mendukung BNN dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.

Selain itu, Dino mengakui bahwa wilayah perbatasan memang sangat rawan terhadap aktivitas penyelundupan barang-barang terlarang. Oleh sebab itu, instansi dari kedua negara harus membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih erat.

“Kami juga secara aktif menjalin koordinasi dengan berbagai counterpart di wilayah kerja, khususnya instansi yang bergerak di bidang keamanan, seperti Polis Diraja Malaysia (PDRM), Polis Marin, dan instansi terkait lainnya guna meminimalisir terjadinya kejahatan lintas batas, termasuk kejahatan narkotika,” jelas Dino.

Memperketat Pengawasan Demi Melindungi Masyarakat

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang hangat sekaligus konstruktif. Pada akhirnya, kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan intensitas komunikasi, pertukaran informasi, dan koordinasi di lapangan.

Melalui pengawasan yang lebih ketat, mereka optimistis dapat melindungi masyarakat dari ancaman bahaya narkoba. Bagaimanapun juga, pertemuan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memperkuat pemberantasan narkotika di perbatasan Indonesia–Malaysia secara lintas sektor.

Penulis : Aprillia