Agus Suwandi: Transformasi Samarinda Nyata, Kepuasan Publik Sentuh 80 Persen.
2 mins read

Agus Suwandi: Transformasi Samarinda Nyata, Kepuasan Publik Sentuh 80 Persen.

SAMARINDA, nusavox.com — Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agus Suwandi, menilai transformasi pembangunan di Kota Samarinda dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan progres yang cukup signifikan.

Ia menyebut, kepemimpinan Wali Kota Andi Harun mampu menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Agus saat ditemui di Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, indikator keberhasilan tersebut tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari persepsi publik terhadap kinerja pemerintah kota.

“Saya harus jujur mengatakan, beliau berhasil,” kata Agus.

Ia menjelaskan, dalam setiap kegiatan reses di daerah pemilihan Kota Samarinda, mayoritas warga menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah program prioritas yang dijalankan Pemerintah Kota.

Salah satu yang paling menonjol adalah penanganan banjir, yang selama ini menjadi persoalan klasik di ibu kota provinsi tersebut.

“Masukan dari masyarakat itu konsisten, dan mereka merasakan ada upaya serius dari Pemerintah Kota dalam mengatasi banjir,” ujarnya.

Agus juga menyinggung hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat, terhadap kinerja Andi Harun berada di kisaran 80 persen.

Angka itu, menurut dia, mencerminkan adanya perubahan nyata di berbagai sektor.

Selain penanganan banjir, ia menilai pembenahan wajah kota turut menjadi faktor penting. Pengembangan kawasan Teras Samarinda di Tepian Mahakam, revitalisasi GOR Segiri, hingga penataan Balai Kota menjadi lebih representatif disebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas ruang publik dan pelayanan Pemerintahan.

Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan lintas pemerintahan.

Ia menyebut, sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan Pemerintah Kota Samarinda menjadi faktor krusial dalam pembiayaan dan pelaksanaan program pembangunan.

“Penanganan banjir itu membutuhkan anggaran besar. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota menjadi kunci,” jelasnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Samarinda, Agus menegaskan perannya dalam mendorong penganggaran yang berpihak pada kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor infrastruktur.

Ia juga berpandangan bahwa, pola kolaborasi anggaran yang diterapkan di Samarinda dapat menjadi model bagi daerah lain di Kalimantan Timur.

“Pendekatan seperti ini penting untuk direplikasi di Kabupaten dan Kota lain, agar persoalan pembangunan bisa ditangani lebih efektif,” pungkasnya. (AI)