SAMARINDA, Nusavox.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan meningkatkan komitmen dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat dengan menaikkan anggaran jaminan kesehatan menjadi Rp37 miliar pada tahun 2026. Nilai tersebut bertambah Rp10 miliar dibandingkan alokasi tahun sebelumnya dan akan dikelola melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Nunukan.
Kepala Dinkes P2KB Nunukan, Miskia, mengatakan peningkatan anggaran dilakukan sebagai respons atas bertambahnya jumlah penduduk di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut. Selain pertumbuhan alami penduduk, peningkatan jumlah warga juga dipengaruhi oleh arus pendatang yang menetap di Kabupaten Nunukan, pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinkes P2KB Nunukan, Miskia, saat ditemui di Kantor Dinkes P2KB Nunukan, Kamis (18/06/2026).
“Pada tahun ini kami mengalokasikan anggaran sebesar Rp37 miliar karena jumlah penduduk terus bertambah. Pemerintah Daerah (Pemda) juga berkomitmen membantu masyarakat kurang mampu agar tetap mendapatkan jaminan kesehatan,” kata Miskia.
Menurutnya, pertumbuhan jumlah penduduk berbanding lurus dengan kebutuhan pembiayaan layanan kesehatan yang harus ditanggung pemda. Karena itu, penguatan anggaran dinilai penting untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh perlindungan kesehatan tanpa terkendala biaya.
Saat ini, Pemkab Nunukan menanggung iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi sekitar 90 ribu warga. Sementara sekitar 60 ribu warga lainnya memperoleh bantuan iuran dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dengan dukungan dari pemda dan pusat tersebut, total penerima manfaat JKN gratis di Kabupaten Nunukan mencapai sekitar 150 ribu orang. Capaian itu turut mendorong tingkat kepesertaan jaminan kesehatan di daerah tersebut hingga mencapai 97 persen dari total jumlah penduduk.
“Cakupan kepesertaan kita sudah 97 persen. Selain 150 ribu warga yang mendapatkan JKN gratis, masih ada juga peserta yang membayar iuran secara mandiri,” kata Miskia.
Ia menilai tingginya angka kepesertaan menjadi indikator bahwa upaya pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan berjalan efektif. Ke depan, Pemkab Nunukan berkomitmen mempertahankan dukungan anggaran agar program jaminan kesehatan dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Miskia berharap seluruh warga yang memenuhi syarat dapat terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan sehingga tidak mengalami hambatan saat membutuhkan pelayanan medis.
“Dengan dukungan anggaran yang terus ditingkatkan, kita menargetkan akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Aprillia
