Minggu, 6 September 2026 Samarinda, ID
Internasional

Dua Atlet Taekwondo Kaltim Raih Emas di Batam

SAMARINDA, nusavox.com – Kalimantan Timur kembali menorehkan prestasi di kancah taekwondo nasional. Dua atlet taekwondo Kaltim, Aji Muhammad Fikrial Hazza Kesuma dan Naraya Queen Tabita, memboyong medali emas dari Batam International Taekwondo Championship 2026. Ajang ini berlangsung di Pacific Palace Hotel, Batam, pada 4–5 September kemarin.

Aji naik podium tertinggi di nomor Professional Kyorugi Junior U-68 Male. Selain itu, Naraya meraih emas di nomor Kyorugi Cadet U-51 Female. Aji merupakan atlet asal Kabupaten Berau. Sedangkan, Naraya berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Hasil Pembinaan SKOI Kaltim

Kedua atlet ini merupakan binaan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional Kalimantan Timur (SKOI Kaltim). Mereka bertanding di bawah asuhan pelatih Eny Pangestuningsih.

Tentu saja, keberhasilan mereka tidak lahir dengan mudah. Pengprov TI Kepulauan Riau dan Pengkot TI Batam menggelar kejuaraan ini dengan menghadirkan sekitar 600 atlet dari seluruh Indonesia. Bahkan, pesilat dari Singapura dan Malaysia juga ikut meramaikan kompetisi. Panitia mempertandingkan dua nomor, yaitu Kyorugi dan Poomsae.

Bekal Menuju Pekan Olahraga Provinsi

Dua keping emas dari Batam menjadi bekal berharga bagi perjalanan karier mereka. Sebab, kejuaraan ini menguji ketahanan dan mental bertanding atlet muda.

  • Aji Muhammad Fikrial: Hasil ini menjadi modal penting menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim di Kabupaten Paser pada November mendatang. Nanti, Aji akan bertanding mewakili Kabupaten Berau.
  • Naraya Queen Tabita: Sementara itu, Naraya belum tampil di Porprov Kaltim. Hal ini karena statusnya masih berada di kategori junior.

Ungkapan Syukur dan Kutipan Pelatih

Pelatih Eny Pangestuningsih tak menyembunyikan rasa syukurnya atas hasil manis tersebut. Sebab, medali emas ini adalah buah dari proses latihan panjang dan dukungan banyak pihak.

“Kami sangat bersyukur Aji dan Naraya bisa meraih hasil terbaik di kejuaraan ini. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi mereka untuk terus berkembang,” ujar Eny.

Pentingnya Jam Terbang dan Evaluasi

Eny menjelaskan bahwa kejuaraan semacam ini punya nilai lebih dari sekadar mengejar medali. Sebab, ajang ini menjadi ruang bagi atlet untuk mengasah kemampuan dan menambah jam terbang. Selain itu, kompetisi ini menjadi bagian dari proses seleksi menuju level persaingan yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, kejuaraan internasional memberi pengalaman berharga untuk menghadapi lawan dengan gaya bertanding yang beragam.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada orangtua atlet, KONI, Disdikbud Kaltim, SKOI, tim pelatih, dan semua pihak yang sudah memberikan dukungan. Medali ini bukan akhir, tetapi menjadi bagian dari proses untuk terus meningkatkan kemampuan mereka,” tuturnya.

Meskipun meraih hasil maksimal, Eny mengingatkan agar kedua atlet tidak cepat berpuas diri. Selanjutnya, tim pelatih tetap menjalankan evaluasi teknik, fisik, dan mental bertanding. Sebab, mereka harus makin matang menyongsong kejuaraan berikutnya.

(Aprl)