SAMARINDA, nusavox.com — Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kota Samarinda menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kantor DPD PSI Samarinda, Jumat malam (28/08/2026). Melalui kegiatan keagamaan ini, pengurus bertujuan untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat tali silaturahmi antar kader.
Acara tersebut menghadirkan Ketua DPD PSI Samarinda David Jingga, perwakilan Dewan Pembina PSI Kalimantan Timur, serta jajaran pengurus DPC dan DPRt se-Kota Samarinda. Selain itu, Qori Fatih Cahya Nugraha membuka rangkaian acara dengan melantunkan ayat suci Al-Quran, sebelum Ustaz Ahmad Alhusairi, menyampaikan tausiyahnya.
Sementara itu, Biro Agama DPD PSI Samarinda, Wahyudi, menegaskan bahwa perayaan ini menjadi momentum penting untuk meneladani kehidupan dan akhlak Rasulullah SAW, terutama terkait kejujuran dan kepedulian.
“Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan peringatan, tetapi menjadi pengingat bagi kita untuk terus belajar meneladani akhlak Rasulullah SAW. Kami ingin nilai-nilai kebaikan yang diajarkan Rasulullah bisa menjadi pegangan. Bukan hanya dipahami, tetapi juga diterapkan melalui sikap, perkataan, dan perbuatan sehari-hari,” ujar Wahyudi.
Selanjutnya, Wahyudi mengungkapkan rencana DPD PSI Samarinda yang akan meluncurkan program pengajian rutin bulanan mulai September 2026.
“Insyaallah mulai September kami akan mengadakan pengajian rutin bulanan. Kami ingin ada kegiatan yang berkelanjutan untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus menjaga silaturahmi. Kegiatan keagamaan harus terus hidup. Harapannya, pengajian rutin ini bisa menjadi ruang untuk belajar, saling mengingatkan, dan memperbaiki diri bersama-sama,” tambah Wahyudi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD PSI Samarinda, David Jingga, menilai bahwa ajaran Nabi Muhammad SAW tetap relevan dalam menuntun aktivitas berorganisasi. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa kerja politik harus selalu menyatu dengan tanggung jawab moral.
“Rasulullah SAW telah memberikan teladan bagaimana membangun kehidupan dengan akhlak yang baik. Nilai seperti kejujuran, amanah, dan kepedulian kepada sesama harus terus kita jaga. Kami ingin kehadiran organisasi ini benar-benar bisa memberi manfaat. Apa pun peran kita, yang paling utama adalah bagaimana kita bekerja dengan niat baik dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat,” ungkap David.
Bahkan, David menyatakan dukungan penuhnya terhadap inisiatif program pengajian rutin bulanan tersebut.
“Organisasi tidak hanya membutuhkan kegiatan struktural. Kita juga perlu membangun kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai dalam diri. Karena itu, kami mendukung adanya pengajian rutin ini,” tegasnya.
Di sisi lain, Ustaz Ahmad Alhusairi, S.Pd., dalam ceramahnya mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana mengevaluasi diri dan memperbaiki akhlak, khususnya saat menghadapi perbedaan pandangan.
“Maulid ini harus menjadi momentum untuk bertanya kepada diri kita sendiri, sudah sejauh mana kita berusaha meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah, maka salah satu buktinya adalah berusaha memperbaiki akhlak. Bagaimana kita berbicara, menjaga amanah, menghormati orang lain, dan tidak mudah menyakiti sesama. Perbedaan tidak seharusnya membuat kita saling menjauh. Rasulullah mengajarkan kita untuk menjaga persaudaraan dan menghadirkan kebaikan di mana pun kita berada,” tutur Ustaz Ahmad.
Akhirnya, para peserta menutup seluruh rangkaian kegiatan dengan memanjatkan doa bersama. Melalui program berkelanjutan ini, DPD PSI Samarinda berharap dapat terus memelihara nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
(Aprl)

