SAMARINDA, nusavox.com – Pusat perbelanjaan biasanya menjadi tempat berbelanja dan mencari hiburan semata. Namun, selama dua pekan ke depan, Samarinda Square menghadirkan atmosfer yang berbeda lewat kegiatan membaca buku, pertunjukan seni, acara keagamaan, kewirausahaan, hingga wisata kuliner, Senin (31/8/2026).
SMK Medika Samarinda menggelar rangkaian Education Expo Gramedia Big Fair 2026 di Samarinda Square mulai 30 Agustus hingga 13 September 2026. Kegiatan ini melibatkan Gramedia, Ramayana, PT Jakarta Intiland, pelaku UMKM, serta berbagai pihak terkait lainnya.
Gerakan 1.000 Siswa Membaca Buku
Salah satu agenda utama dalam perhelatan ini adalah gerakan 1.000 siswa membaca buku. Berbeda dari aksi membaca massal pada umumnya, gerakan literasi ini berlangsung secara bertahap sepanjang pameran.
Ketua Panitia Education Expo Gramedia Big Fair 2026, Aldi, menjelaskan bahwa masyarakat umum juga dapat mengikuti kegiatan ini. Dengan demikian, ia berharap program ini mampu menjadi pemantik tumbuhnya budaya membaca di kalangan pelajar.
“Dari SMK Medika ada gerakan membaca buku seribu siswa. Aksi ini berjalan bertahap setiap hari dan terbuka untuk umum. Tujuannya agar literasi pelajar kita semakin bertambah,” kata Aldi.
Selain literasi, panitia telah menyiapkan berbagai ajang kreativitas pelajar. Contohnya, lomba tari untuk siswa SD akan berlangsung pada 5 September, disusul kompetisi fashion show pada 6 September. Di samping itu, SMK Medika juga menggelar Medika Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menerapkan Konsep Vokasi BMW dan Prinsip K3S
Sementara itu, perhelatan Education Expo Gramedia Big Fair 2026 ini juga membuka ruang luas bagi sektor kewirausahaan. Kehadiran bazar UMKM dan wisata kuliner menjadikan pusat perbelanjaan ini sebagai ruang pertemuan masyarakat yang edukatif dan inklusif.
Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi, menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak boleh hanya berfokus pada kemampuan akademis. Oleh sebab itu, sekolahnya terus mengembangkan konsep pendidikan BMW, yakni:
- Bekerja
- Melanjutkan studi
- Wirausaha
Melalui konsep BMW ini, lulusan tidak hanya diarahkan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga didorong untuk melanjutkan pendidikan atau membangun bisnis sendiri.
“Anak-anak kita jangan hanya berputar di akademisi saja, tetapi mereka juga harus bisa mengembangkan wirausaha,” ujar Musmulyadi.
Selain itu, Musmulyadi menambahkan bahwa pembinaan siswa memerlukan keberanian, kesabaran, dan strategi yang ia rangkum dalam prinsip K3S. Menurutnya, strategi sangat penting agar siswa mampu bersaing di masa depan. “Tanpa strategi, keberanian bisa menjadi konyol,” tegasnya.
Kolaborasi Jangka Panjang di Samarinda Square
Bagi SMK Medika, Samarinda Square bukanlah lokasi yang asing. Hubungan kemitraan sekolah dengan Ramayana dan PT Jakarta Intiland telah terjalin erat sejak tahun 2015.
Melalui Education Expo Gramedia Big Fair 2026, pusat perbelanjaan tersebut kini bertransformasi menjadi wadah aktivitas publik yang bermanfaat. Selama 15 hari pelaksanaan, tempat ini menjadi ruang bagi pelajar untuk membaca, berkarya, belajar berwirausaha, hingga bersholawat bersama masyarakat.
(Aprl)

