Selasa, 1 September 2026 Samarinda, ID
Nasional

Kapolri Listyo Sigit Harapkan PBNU di Bawah Gus Kikin dan Kiai Miftach Perkuat Persatuan Bangsa

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru PBNU di bawah Gus Kikin dan Kiai Miftachul Akhyar untuk terus menjaga persatuan bangsa. (Foto: cnnindonesia.com)

Kapolri Titip Harapan Besar kepada Gus Kikin dan Kiai Miftach Pimpin PBNU

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara terbuka menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Di bawah nahkoda Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Kikin, serta Rais Aam KH Miftachul Akhyar, PBNU diyakini akan terus memainkan peran krusial dalam menjaga stabilitas sosial dan persatuan bangsa Indonesia. Harapan ini mencerminkan pengakuan mendalam atas posisi strategis PBNU sebagai organisasi Islam terbesar dan terlama di Tanah Air.

“Kami menitipkan harapan besar kepada kepemimpinan baru PBNU di bawah Gus Kikin dan Kiai Miftachul Akhyar untuk terus menjadi pilar penjaga persatuan, kerukunan, dan kebangsaan,” ujar Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara lembaga negara dan organisasi masyarakat sipil dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Kapolri lebih lanjut menjelaskan bahwa PBNU memiliki rekam jejak historis yang tak terbantahkan dalam mengawal kemerdekaan dan mengisi pembangunan bangsa dengan semangat moderasi. Ia percaya, kehadiran pemimpin baru ini akan semakin memperkuat komitmen PBNU dalam menanggulangi isu-isu kontemporer, seperti penyebaran radikalisme, polarisasi masyarakat, serta maraknya disinformasi yang berpotensi merusak kohesi sosial bangsa. Kontribusi PBNU, menurutnya, sangat vital dalam menciptakan suasana kondusif bagi kemajuan Indonesia.

Peran Krusial PBNU dalam Stabilitas Nasional dan Moderasi Beragama

Kepemimpinan PBNU yang baru terpilih melalui Muktamar NU beberapa waktu lalu, membawa mandat besar untuk membimbing umat dan masyarakat. Kapolri Listyo Sigit Prabowo meyakini bahwa Gus Kikin dan Kiai Miftachul Akhyar, dengan pengalaman dan integritasnya, akan membawa PBNU menjadi lokomotif perdamaian dan toleransi. Sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, PBNU memiliki peran multidimensional yang vital, antara lain:

  • Menjaga Persatuan Umat: PBNU secara konsisten menyerukan persatuan dan menolak segala bentuk perpecahan yang didasari sentimen agama atau golongan, sekaligus memperkuat ikatan kebangsaan.
  • Memelihara Moderasi Beragama: Melalui dakwah dan pendidikan, PBNU aktif mengkampanyekan Islam wasathiyah (moderat), yang merupakan antitesis terhadap paham ekstremisme dan intoleransi.
  • Mendukung Program Pembangunan Nasional: PBNU, melalui berbagai lembaga dan badan otonomnya, aktif mendukung program pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga pelestarian lingkungan.
  • Menangkal Radikalisme dan Terorisme: PBNU secara aktif berkontribusi dalam upaya deradikalisasi, membentengi masyarakat dari ajaran-ajaran yang menyimpang, serta mencegah penyebaran ideologi terlarang.

Sinergi Polri dan PBNU untuk Indonesia Maju dan Aman

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menggarisbawahi urgensi sinergi antara Kepolisian Republik Indonesia dan PBNU dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan. PBNU, dengan jaringan luas yang menjangkau hingga pelosok desa dan akar rumput, dapat menjadi mitra strategis yang tak ternilai dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Lebih dari itu, PBNU juga berperan penting dalam mengedukasi publik mengenai pentingnya kepatuhan terhadap hukum, nilai-nilai Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kerja sama ini menjadi semakin relevan mengingat berbagai tantangan global seperti dampak pandemi COVID-19 yang masih membutuhkan peran aktif seluruh pihak, termasuk PBNU, dalam mensosialisasikan protokol kesehatan dan mendukung program vaksinasi nasional. Ke depan, Kapolri berharap PBNU dapat terus menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, menyuarakan aspirasi umat dengan bijak, sekaligus menjadi penyejuk di tengah berbagai perbedaan pendapat dan dinamika sosial. Visi Polri untuk menjadi institusi yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) tentu sangat membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi sebesar PBNU.

Komitmen Kepemimpinan Baru PBNU dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Gus Kikin dan Kiai Miftachul Akhyar sendiri telah menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan tradisi PBNU dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. Mereka berjanji akan merangkul semua golongan, serta memperkuat peran PBNU dalam kancah nasional maupun internasional, memastikan organisasi ini terus relevan di era modern. Harapan Kapolri ini tentu disambut baik sebagai bentuk dukungan moral dan pengakuan atas kapasitas kepemimpinan baru PBNU yang kini sedang menata langkahnya.

“Kami percaya bahwa di bawah kepemimpinan Gus Kikin dan Kiai Miftach, PBNU akan semakin maju dan menjadi inspirasi bagi organisasi keagamaan lainnya,” tambah Kapolri, mengakhiri pernyataannya dengan optimisme terhadap masa depan PBNU dan kontribusinya bagi bangsa. Kemitraan strategis antara institusi negara dan organisasi keagamaan ini diharapkan dapat terus berlanjut demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, berdaulat, dan sejahtera. Untuk informasi lebih lanjut mengenai PBNU dan kegiatannya, kunjungi situs resminya di sini.