BULUNGAN – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltara, Bustan, kini menyoroti tajam kualitas infrastruktur olahraga Kaltara (Kalimantan Utara). Bustan menemukan kondisi lapangan sepak bola yang belum layak pakai saat mengunjungi Desa Ruhui Rahayu, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan.
Bustan mendapati temuan memprihatinkan tersebut saat meninjau lapangan pada awal masa jabatannya. Kala itu, ia menyaksikan pemuda Karang Taruna setempat sedang aktif bermain sepak bola. Sayangnya, para pemuda menggunakan fasilitas yang berada di bawah standar kelayakan, sehingga mengancam keselamatan mereka.
“Ketika saya tanya, ternyata lapangan itu belum memiliki jaring gawang. Kemudian sekitar 50 persen lapangan sudah ditumbuhi rumput, sementara sisanya masih berupa tanah kuning bercampur batu kerikil. Kondisi seperti ini sangat berbahaya dan berisiko menyebabkan cedera bagi para pemain,” ujar Bustan, Kamis (18/6/2026).
Bustan menilai fakta lapangan ini menjadi bukti kuat bahwa infrastruktur olahraga Kaltara masih memerlukan perhatian serius. Padahal, masyarakat membutuhkan fasilitas yang aman demi mendukung aktivitas harian sekaligus membina generasi muda.
Laporkan Temuan Langsung Kepada Gubernur Kaltara
Melihat kondisi tersebut, Bustan bergerak cepat dan langsung melapor kepada Gubernur Kaltara. Laporan ini bertujuan memberi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan sarana olahraga ke depan.
“Saya menyampaikan kondisi yang saya lihat secara langsung kepada Bapak Gubernur. Tujuannya agar persoalan seperti ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama dan dicarikan solusi yang tepat,” tambahnya.
Merespons laporan itu, Gubernur Kaltara mengingatkan bahwa wilayah Tanjung Selor dan Tanjung Palas sebenarnya telah memiliki stadion utama. Meski begitu, pemerintah daerah sepakat bahwa penyediaan fasilitas olahraga yang dekat dengan pemukiman warga tetap menjadi prioritas utama demi mendukung pembinaan pemuda.
Langkah Nyata Dispora Kaltara
Sebagai solusi jangka pendek, Bustan berjanji akan segera menyalurkan bantuan bola sepak standar kepada pemuda desa setempat. Langkah ini harapannya mampu menjaga semangat berolahraga masyarakat di tengah keterbatasan fasilitas.
Di sisi lain, Dispora Kaltara juga sedang menyiapkan strategi jangka panjang. Pihaknya akan memetakan secara menyeluruh kondisi sarana prasarana olahraga di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltara. Langkah pemetaan ini bertujuan agar proyek pembangunan infrastruktur olahraga Kaltara bisa tepat sasaran dan menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
“Pembinaan olahraga tidak hanya soal kompetisi dan prestasi. Infrastruktur yang aman, nyaman, dan layak digunakan masyarakat juga menjadi prioritas. Karena itu kami akan terus turun langsung ke daerah untuk melihat kondisi yang sebenarnya,” pungkas Bustan.
Penulis : Aprillia

