Senin, 24 Agustus 2026 Samarinda, ID
Event / Acara

InJourney Perkuat Koordinasi Pencegahan Karhutla Demi Kelancaran MotoGP Mandalika 2026

Petugas dari berbagai instansi berkoordinasi dalam simulasi pencegahan Karhutla di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, sebagai bagian dari persiapan jelang MotoGP 2026. (Foto: cnnindonesia.com)

LOMBOK TENGAH – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, sebagai pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, semakin intensif berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Upaya ini InJourney lakukan secara proaktif untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sekitar area Mandalika, khususnya menjelang perhelatan akbar MotoGP yang dijadwalkan pada tahun 2026. Langkah strategis ini menegaskan komitmen kuat dalam menjamin kelancaran dan keberlangsungan salah satu ajang balap motor paling prestisius di dunia tersebut, sekaligus melindungi ekosistem dan masyarakat sekitar dari ancaman Karhutla.

Mandalika, dengan lanskap perbukitan hijau dan keindahan alamnya, merupakan destinasi pariwisata super prioritas. Namun, kawasan ini tidak luput dari risiko Karhutla, terutama saat musim kemarau panjang. Faktor seperti suhu tinggi, vegetasi kering, serta aktivitas manusia yang lalai dapat memicu kebakaran yang cepat meluas. Kejadian Karhutla tidak hanya merusak keanekaragaman hayati dan kualitas udara, tetapi juga dapat mengancam infrastruktur, mengganggu mobilitas, serta membahayakan kesehatan dan keselamatan pengunjung maupun penduduk lokal. Oleh karena itu, persiapan mitigasi yang matang dan terintegrasi menjadi sangat krusial.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Sinergi Multi-Pihak Amankan Kawasan

Koordinasi antara InJourney dan pemerintah daerah mencakup berbagai pihak terkait. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Lombok Tengah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), TNI, serta Polri, menjadi garda terdepan dalam merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah pencegahan. Kerja sama ini melibatkan patroli rutin di titik-titik rawan, pemasangan sistem peringatan dini, serta peningkatan kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadam kebakaran. InJourney juga berperan aktif dalam menyediakan dukungan logistik dan memfasilitasi pertemuan koordinasi antar instansi.

Beberapa langkah konkret yang menjadi fokus dalam upaya antisipasi Karhutla ini meliputi:

  • Patroli dan Pengawasan Intensif: Peningkatan frekuensi patroli di area-area yang diidentifikasi rawan kebakaran, termasuk penggunaan drone untuk pemantauan udara secara berkala.
  • Sistem Peringatan Dini: Pemasangan alat deteksi dini dan sistem komunikasi yang terintegrasi untuk respons cepat jika terdeteksi hotspot atau potensi kebakaran.
  • Kesiapsiagaan Tim dan Peralatan: Penyiapan tim pemadam kebakaran yang terlatih dan peralatan lengkap, seperti mobil tangki air, pompa air portabel, dan peralatan pemadam manual yang mudah diakses.
  • Pembuatan Sekat Bakar: Pembangunan dan pemeliharaan sekat bakar di batas-batas kawasan hutan dan area vital untuk menghambat penyebaran api yang lebih luas.
  • Edukasi Masyarakat: Kampanye kesadaran dan sosialisasi berkelanjutan kepada penduduk lokal dan wisatawan tentang bahaya Karhutla dan praktik pencegahan yang aman serta bertanggung jawab.

Langkah-langkah preventif ini menekankan pentingnya partisipasi aktif komunitas lokal dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melaporkan potensi bahaya kebakaran. Keberhasilan upaya pencegahan Karhutla sangat bergantung pada kolaborasi yang solid dari semua elemen, mulai dari pengelola kawasan, pemerintah, hingga masyarakat umum.

Menjaga Reputasi dan Keberlanjutan Pariwisata

Gelaran MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi tontonan spektakuler, tetapi juga mesin penggerak ekonomi yang signifikan bagi NTB. Ribuan wisatawan domestik dan mancanegara diperkirakan membanjiri Mandalika, menciptakan peluang besar bagi sektor pariwisata dan UMKM lokal. Ancaman Karhutla berpotensi besar merusak citra Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia dan mengganggu jalannya acara. Asap tebal dan dampak lingkungan lainnya dapat mengurangi kenyamanan dan keamanan, bahkan berujung pada penundaan atau pembatalan balapan, yang akan berdampak kerugian besar baik dari sisi ekonomi maupun reputasi internasional.

Oleh karena itu, antisipasi Karhutla ini adalah bagian integral dari strategi keberlanjutan pariwisata di Mandalika. InJourney bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada aspek komersial event, tetapi juga pada perlindungan lingkungan secara holistik. Memastikan kawasan Mandalika bebas Karhutla adalah investasi jangka panjang untuk menjaga keindahan alam, kesehatan masyarakat, dan daya tarik destinasi ini di mata dunia. Upaya ini sejalan dengan visi pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Pembelajaran dari Pengalaman Sebelumnya

Ini bukan kali pertama Karhutla menjadi perhatian serius dalam penyelenggaraan acara besar di Indonesia. Pengalaman di berbagai daerah lain menunjukkan bahwa pencegahan Karhutla memerlukan perencanaan matang dan sumber daya yang memadai. Misalnya, pada perhelatan serupa di masa lalu, koordinasi multi-pihak terbukti efektif dalam meminimalisir risiko dan memastikan kelancaran acara. Komitmen kuat dan sinergi antarlembaga, seperti yang diwujudkan InJourney dan pemerintah daerah di Mandalika, menjadi kunci sukses dalam upaya perlindungan lingkungan dan keberlanjutan event internasional. Informasi lebih lanjut mengenai upaya pencegahan Karhutla dapat diakses melalui portal resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (BNPB: Pencegahan Karhutla)