Jumat, 19 Juni 2026 Jakarta, ID
Daerah

Miris, Dugaan Penolakan Layanan Medis di RSUD AWS Berujung Duka, Keluarga Tuntut Keadilan.

SAMARINDA, nusavox.com – Dugaan penolakan pelayanan medis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, yang disebut berujung pada meninggalnya seorang mahasiswi sekaligus atlet bela diri Kalimantan Timur (Kaltim), memunculkan sorotan terhadap kualitas layanan kesehatan di rumah sakit rujukan, terbesar di Provinsi ini.

Kasus tersebut kini tidak hanya menjadi persoalan duka bagi keluarga korban, tetapi juga memunculkan tuntutan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan medis, khususnya dalam penanganan pasien yang membutuhkan tindakan cepat.

Korban berinisial ALLP diketahui merupakan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Samarinda, dan atlet bela diri yang pernah mewakili Kaltim dalam sejumlah kejuaraan.

Menurut keterangan keluarga, almarhumah sebelumnya mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan infeksi saluran kemih dan usus buntu.

Keluarga menyebut kondisi korban terus memburuk. Pada 31 Mei 2026, almarhumah dibawa ke RSUD AWS untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, keluarga menduga korban sempat tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana yang diharapkan karena adanya penolakan dari tenaga medis yang sedang bertugas.

Akibat kondisi tersebut, korban akhirnya dibawa pulang oleh pihak keluarga. Namun, karena kesehatannya semakin menurun, keluarga kembali membawa almarhumah ke RSUD AWS untuk menjalani perawatan.

Saat itu, menurut keluarga, kondisi korban sudah sangat lemah. Berbagai upaya penanganan dilakukan, namun tidak mampu menyelamatkan nyawanya hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 1 Juni 2026.

Peristiwa itu kemudian mendorong keluarga untuk meminta penjelasan resmi dari pihak rumah sakit.

Keluarga dari almarhum yakni Hendrik Tandoh SH MH dan Bambang Edy Dharma SH, telah mendatangi manajemen RSUD AWS pada Jumat (5/6/2026).

Dalam audiensi yang berlangsung di ruang Direktur RSUD AWS, keluarga meminta dilakukan audit medis secara menyeluruh terhadap proses pelayanan yang diterima, almarhumah sejak pertama kali datang hingga meninggal dunia.

Selain itu, keluarga juga meminta pihak rumah sakit menyerahkan seluruh dokumen rekam medis, meliputi resume medis, hasil laboratorium, hasil USG, laporan operasi, hasil pemeriksaan Patologi Anatomi (PA), hingga catatan perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Hendrik Tandoh SH MH mengatakan, kedatangan pihak keluarga bertujuan memperoleh kejelasan atas berbagai pertanyaan, yang selama ini belum terjawab.

“Hari ini Kami sudah diterima dengan baik oleh Ibu Direktur dan jajaran manajemen, dan Kami menyampaikan berbagai keluhan dan pertanyaan dari keluarga besar terkait kejadian yang menimpa almarhumah,” ucapnya ke awak media, usai kegiatan pertemuan tersebut.

“Dari pihak rumah sakit juga menyatakan akan melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap seluruh proses pelayanan yang telah diberikan,” ujarnya.

Menurut Hendrik, keluarga saat ini masih memilih menghormati proses audit internal yang akan dilakukan pihak rumah sakit.

“Kami sepakat menunggu hasil penelusuran dari rumah sakit. Setelah itu akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas hasil yang ditemukan,” katanya.

Bambang Edy Dharma SH menambahkan, keluarga masih menunggu hasil laboratorium dan sejumlah dokumen medis yang menjadi dasar, untuk mengetahui diagnosis serta penyebab pasti meninggalnya korban.

Ia berharap proses audit yang dilakukan rumah sakit, dapat berjalan secara objektif dan transparan.

“Kami berterima kasih, karena pihak rumah sakit menerima Kami dengan baik dan berkomitmen melakukan audit internal, dan Kami berharap hasil audit nantinya dapat memberikan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” terangnya.

Menurut Bambang, keluarga untuk sementara waktu belum menyampaikan kronologi secara rinci kepada publik, sebagai bentuk penghormatan terhadap proses investigasi yang sedang berjalan.

“Kami meminta semua pihak bersabar dan menunggu hasil audit internal serta hasil pemeriksaan medis yang sedang diproses. Nanti pada waktunya akan Kami sampaikan secara lengkap,” katanya.

Di tempat yang sama, Direktur RSUD AWS Samarinda, dr. Mazniati, dalam kesempatan yang sama menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhumah dan memastikan pihak rumah sakit, akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan keluarga.

“Pertama-tama Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan orang tua atas kejadian yang menimpa anak mereka. Sebagai seorang ibu, Saya juga bisa merasakan bagaimana kehilangan seorang anak perempuan yang menjadi kebanggaan keluarga,” tuturnya.

Mazniati mengatakan manajemen rumah sakit telah mendengarkan seluruh harapan dan permintaan keluarga.

Karena itu, pihaknya akan melakukan penelusuran menyeluruh terhadap proses pelayanan medis, yang telah diberikan kepada almarhumah.

“Sesuai dengan harapan keluarga yang telah kami dengarkan, dalam waktu dekat akan Kami telusuri sehingga nantinya dapat kami sampaikan kepada keluarga pada pertemuan berikutnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, rumah sakit akan berupaya menyelesaikan proses penelusuran tersebut secepat mungkin, agar keluarga memperoleh kejelasan atas berbagai pertanyaan yang muncul terkait penanganan medis terhadap korban.

Menurut Mazniati, hasil audit internal direncanakan akan disampaikan dalam pertemuan lanjutan dengan keluarga, yang ditargetkan berlangsung pada Selasa pekan depan.

“Secepatnya. Insya Allah sesuai yang kami sepakati bersama keluarga, hari Selasa nanti Kami akan kembali bertemu, untuk menyampaikan hasil penelusuran yang dilakukan rumah sakit,” pungkasnya. (AI)