Jumat, 9 Oktober 2026 Samarinda, ID
Nasional

Pemulihan Jaringan TelkomGroup di NTT Capai 85% Pasca Gempa, Prioritaskan Konektivitas Vital

Petugas TelkomGroup melakukan perbaikan infrastruktur telekomunikasi di salah satu lokasi terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur untuk memulihkan konektivitas. (Ilustrasi) (Foto: cnnindonesia.com)

Pemulihan Jaringan TelkomGroup di NTT Capai 85% Pasca Gempa, Prioritaskan Konektivitas Vital

TelkomGroup menunjukkan progres signifikan dalam upaya pemulihan infrastruktur telekomunikasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca-gempa bumi yang melanda wilayah tersebut. Data terbaru menunjukkan bahwa 85% dari Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak kini telah beroperasi kembali, mengembalikan konektivitas krusial bagi masyarakat dan mendukung percepatan aktivitas regional. Langkah ini merupakan kelanjutan dari upaya masif yang telah dimulai sejak laporan awal mengenai kerusakan infrastruktur pasca guncangan gempa, yang sempat melumpuhkan sebagian besar akses komunikasi di beberapa titik strategis.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, sebagai induk TelkomGroup, menegaskan komitmennya untuk mempercepat perbaikan layanan telekomunikasi yang tersisa. Pemulihan ini bukan sekadar mengembalikan fungsi teknis, melainkan juga menopang roda ekonomi, pendidikan, dan layanan publik yang sangat bergantung pada konektivitas digital. Keberhasilan mencapai angka 85% dalam waktu relatif singkat mencerminkan respons cepat dan koordinasi tim lapangan yang intensif, mengingat tantangan geografis NTT yang terdiri dari kepulauan.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Progres Pemulihan Jaringan dan Tantangan Geografis

Proses pemulihan yang dilakukan TelkomGroup mencakup berbagai aspek, mulai dari perbaikan fisik perangkat keras hingga optimalisasi jaringan. Tim teknisi dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak, bahkan di daerah terpencil yang sulit dijangkau, untuk memastikan setiap BTS dapat berfungsi normal kembali. Gempa bumi yang terjadi sebelumnya mengakibatkan kerusakan pada menara telekomunikasi, putusnya kabel serat optik, serta gangguan pada pasokan listrik, yang secara kolektif memutus akses komunikasi ribuan warga.

Pencapaian 85% ini tentu bukan tanpa hambatan. Nusa Tenggara Timur dikenal dengan karakteristik geografisnya yang menantang, meliputi pegunungan, lembah, dan pulau-pulau terpisah. Kondisi ini sering kali memperlambat distribusi logistik dan pergerakan tim teknisi. Namun, dengan memanfaatkan berbagai moda transportasi dan pendekatan inovatif, TelkomGroup berhasil mengatasi sebagian besar kendala tersebut. Fokus utama saat ini adalah menuntaskan pemulihan 15% BTS yang masih dalam tahap perbaikan, yang umumnya berada di area dengan tingkat kerusakan paling parah atau aksesibilitas yang sangat terbatas.

Dukungan Komunitas dan Paket Darurat

Selain upaya teknis pemulihan, TelkomGroup juga menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak melalui program dukungan. Sejumlah paket darurat telah diluncurkan untuk meringankan beban komunikasi warga di wilayah terdampak. Paket-paket ini dirancang untuk memastikan masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga, mengakses informasi penting, serta mendapatkan bantuan darurat. Inisiatif ini adalah bagian integral dari misi sosial TelkomGroup dalam setiap bencana alam.

  • Akses Komunikasi Gratis: Menyediakan kuota data, pulsa, atau SMS gratis dalam periode tertentu.
  • Posko Layanan: Mendirikan posko-posko dengan fasilitas telepon dan internet gratis di area pengungsian atau pusat bantuan.
  • Prioritas Jaringan Darurat: Mengutamakan layanan untuk kebutuhan darurat, seperti koordinasi tim SAR dan BNPB.

Program ini sangat vital mengingat pentingnya informasi dan komunikasi dalam fase pasca-bencana, baik untuk keperluan koordinasi bantuan maupun menjaga kondisi psikologis masyarakat.

Komitmen Jangka Panjang dan Ketahanan Infrastruktur Digital

Ke depan, TelkomGroup tidak hanya berfokus pada pemulihan pasca-bencana, tetapi juga pada peningkatan ketahanan infrastruktur telekomunikasi di NTT secara berkelanjutan. Pengalaman dari gempa ini menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat sistem agar lebih tangguh menghadapi potensi bencana alam di masa mendatang. Investasi dalam teknologi yang lebih robust, sistem peringatan dini, dan prosedur tanggap darurat yang lebih efisien menjadi prioritas.

Konektivitas yang stabil dan andal adalah tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi digital di NTT, termasuk sektor pariwisata, perikanan, dan UMKM. Oleh karena itu, percepatan pemulihan ini bukan hanya tentang mengembalikan fungsi, melainkan juga membangun fondasi yang lebih kuat untuk masa depan digital provinsi ini. TelkomGroup berkomitmen penuh untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait demi memastikan NTT memiliki infrastruktur telekomunikasi yang mumpuni dan berketahanan.

Lihat juga: Dampak Gempa NTT Terhadap Infrastruktur Telekomunikasi