Selasa, 25 Agustus 2026 Samarinda, ID
Daerah

RSIA Aisyiyah Samarinda Siap Transformasi Jadi RS Umum

SAMARINDA, nusavox.com – Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aisyiyah Samarinda resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Usai resmi dilantik untuk masa bakti 2026–2030 pada Minggu (16/8/2026), Direktur baru RSIA Aisyiyah Samarinda, Dr. dr. Virdy Kurniawan, Sp.Og., MMR., AIFO-K, menyiapkan strategi transformasi besar bagi lembaga medis ini.

Pelantikan yang berlangsung di Aula Gedung E Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) tersebut sekaligus menjadi momentum awal perluasan peran rumah sakit di tengah masyarakat.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Penambahan Layanan Penyakit Dalam dan Bedah

Dalam arah kepemimpinannya, Virdy menargetkan perubahan status RSIA Aisyiyah Samarinda agar tidak terbatas pada pelayanan ibu dan anak saja. Mulai tahun depan, rumah sakit ini akan berkembang menjadi rumah sakit umum.

Manajemen berencana menambah sejumlah spesialisasi baru untuk memperluas jangkauan medis.

  • Spesialisasi Bedah: Menangani berbagai kebutuhan tindakan operatif umum.
  • Penyakit Dalam: Memberikan pelayanan diagnosis dan terapi organ dalam bagi pasien dewasa.
  • Layanan Penunjang: Mengoptimalkan fasilitasi medis guna mendukung status rumah sakit umum.

“PR saya ke depan adalah mengubah citra Aisyiyah dari rumah sakit ibu dan anak menjadi rumah sakit umum. Jadi, pelayanan tidak hanya untuk ibu dan anak, tetapi juga mencakup penyakit dalam dan bedah,” tegas Virdy.

Menghadapi Keterbatasan dengan Optimalisasi Sumber Daya

Langkah transformasi ini tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Virdy mengakui bahwa keterbatasan anggaran serta lahan rumah sakit yang padat menjadi hambatan utama dalam pengembangan fisik.

Meski demikian, manajemen RSIA Aisyiyah Samarinda berkomitmen mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya yang ada. Efisiensi tata ruang dan peningkatan mutu pelayanan menjadi fokus utama agar masyarakat tetap mendapatkan penanganan medis secara maksimal.

Mempertahankan Identitas dan Nilai-Nilai Islami

Kendati memperluas cakupan layanan, RSIA Aisyiyah Samarinda tidak akan melupakan akar historisnya. Berdiri sejak tahun 1967, rumah sakit ini memiliki rekam jejak panjang dalam menerapkan konsep pelayanan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Virdy menegaskan bahwa identitas Islami dan kepercayaan masyarakat yang telah terbangun selama puluhan tahun akan terus dipertahankan. Perubahan status menjadi rumah sakit umum justru memperkuat komitmen Aisyiyah dalam menyediakan fasilitas berobat yang layak, terjangkau, dan menenteramkan bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Aprl)