SAMARINDA, nusavox.com – Pemerintah Kota Samarinda enggan melepas produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Samaqua ke pasaran secara asal-asalan. Oleh karena itu, sebelum meluncurkan produk ini, Pemkot Samarinda mengkaji seluruh aspek bisnis Perumdam Tirta Kencana secara menyeluruh, mulai dari investasi, kapasitas produksi, strategi pemasaran, hingga identitas merek.
Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, memimpin langsung pembahasan mendalam mengenai Samaqua Andi Harun dalam agenda rapat di Ruang Rapat Wali Kota, Balai Kota Samarinda, Senin (03/08/2026).
Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Nor Wahid Hasyim, memaparkan rencana bisnis perusahaan bersama jajaran direksi dan Dewan Pengawas. Selain itu, Asisten II Setda Kota Samarinda Marnabas Patiroy, Kabag Ekonomi Nadya Turisna, Kabag Kerja Sama Idfi Septiani, serta Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Samarinda dr. Rudi Agus Riyanto turut menghadiri rapat penting ini.
Mempercepat BEP dan Evaluasi Investasi Samaqua
Dalam pemaparannya, Perumdam memperlihatkan rencana bisnis Samaqua yang mencakup kebutuhan investasi, kapasitas produksi, target pasar, strategi distribusi, hingga konsep branding.
Namun, Andi Harun menilai kesiapan produksi saja belum cukup. Sebab, ketepatan kalkulasi bisnis sejak awal akan menentukan keberhasilan sebuah produk di pasar.
“Break Even Point (BEP) harus dihitung kembali agar lebih cepat tercapai. Perumdam harus mengevaluasi kapasitas produksi, struktur biaya, dan potensi pasar secara menyeluruh sehingga investasi memberikan hasil optimal,” tegas Andi Harun.
Selanjutnya, ia meminta Perumdam menjalankan simulasi bisnis yang lebih detail. Langkah ini penting agar modal yang tertanam dapat menghasilkan keuntungan dalam waktu yang terukur.
Menjaga Keseimbangan Produksi dan Pemasaran
Selain menyoroti aspek finansial, Wali Kota juga mengingatkan Perumdam agar tidak memacu ekspansi pemasaran melebihi kemampuan produksi. Menurutnya, perusahaan harus menyelaraskan produksi, distribusi, dan penjualan demi menjaga keberlanjutan usaha.
“Jangan sampai strategi pemasaran bergerak lebih besar daripada kemampuan produksi. Sebaliknya, produksi, pasar, dan distribusi harus berjalan seimbang agar bisnis tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.
Memperkuat Branding untuk Meningkatkan Daya Saing
Tidak hanya membedah operasional, Andi Harun juga mendorong penguatan merek (branding) produk Samaqua Andi Harun. Bahkan, ia menawarkan sejumlah alternatif tagline yang mengusung identitas lokal Samarinda.
Sebab, merek yang kuat tidak sekadar menjual kualitas air, melainkan juga membangun ikatan emosional dengan konsumen. Dengan demikian, branding yang tepat akan menjadi pembeda utama di tengah ketatnya persaingan industri AMDK nasional.
Oleh karena itu, Perumdam harus merancang identitas visual, pesan komunikasi, hingga filosofi merek secara matang agar produk daerah ini menjadi kebanggaan masyarakat.
Kesiapan Peluncuran Produk Unggulan Samarinda
Pada akhir pertemuan, Andi Harun meminta seluruh jajaran menjadikan masukan rapat sebagai bahan evaluasi sebelum memproduksi Samaqua secara massal.
Dengan model bisnis yang matang, kalkulasi BEP yang terukur, serta strategi branding yang kuat, Pemkot Samarinda optimistis Samaqua mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah yang siap menguasai pasar nasional.
(Aprl)

