SAMARINDA, nusavox.com — Temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengenai 12 siswa SMP Samarinda positif narkoba memicu keprihatinan mendalam dari jajaran legislatif. Kasus penyalahgunaan barang haram di kalangan pelajar ini dinilai sangat mengancam masa depan generasi muda di Kota Samarinda.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, memberikan tanggapannya terkait fenomena kelam tersebut pada Jumat (14/8/2026). Ia menilai posisi Samarinda sebagai ibu kota provinsi membuka potensi kerawanan pergaulan bebas dan peredaran narkoba yang tinggi. Oleh karena itu, seluruh pihak terkait harus bergerak cepat mengambil tindakan pencegahan.
Pengawasan Sekolah Harus Lebih Ketat
Menanggapi kabar 12 pelajar yang kini menjalani penanganan BNN, Anhar menegaskan bahwa pihak sekolah memegang peranan vital dalam membentengi para siswa. Sekolah tidak boleh kecolongan lagi dalam mengawasi gerak-gerik peserta didiknya.
Guna menekan kasus siswa SMP Samarinda positif narkoba, DPRD Samarinda mendorong sekolah untuk menjalankan langkah strategis berikut:
- Meningkatkan Pengawasan Internal: Sekolah harus memperketat kontrol dan deteksi dini terhadap lingkungan belajar siswa.
- Memperkuat Edukasi Narkoba: Pihak sekolah wajib memberikan pemahaman bahaya zat adiktif secara berkelanjutan.
- Membangun Kolaborasi: Lembaga pendidikan harus berkoordinasi erat dengan BNN, kepolisian, dan orang tua murid.
DPRD Rencanakan Pemanggilan Pihak Terkait
Selain mendorong pencegahan, DPRD Samarinda akan menelusuri akar permasalahan di lapangan secara mendalam. Komisi IV merencanakan pemanggilan terhadap instansi terkait guna meminta penjelasan kronologi hingga faktor penyebab maraknya kasus narkoba di tingkat SMP.
Selanjutnya, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum perlu merumuskan langkah taktis pencegahan kejahatan narkotika. Keterlibatan aktif sekolah dan masyarakat menjadi kunci utama untuk menyelamatkan generasi muda Samarinda dari ancaman narkoba.
(Aprl)

