BERAU, nusavox.com – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, membawa kabar baik sekaligus angin segar bagi masyarakat Kabupaten Berau terkait penanganan masalah sampah. Secara blak-blakan, Sri Juniarsih menyatakan bahwa warga tidak boleh lagi melihat sampah sebagai musuh. Sebaliknya, ia mendorong masyarakat untuk menjadikan sampah sebagai sumber rezeki baru yang menghasilkan uang.
Ia menyampaikan pernyataan ini sebagai bagian dari visi besarnya. Bupati ingin mewujudkan kerja sama pengelolaan sampah berbasis teknologi demi mendongkrak ekonomi masyarakat setempat.
Menurut Sri Juniarsih, kemajuan teknologi saat ini harus segera mengubah stigma lama bahwa sampah adalah barang buangan yang tidak berguna. Melalui pengelolaan yang cerdas dan inovatif, sampah justru memiliki nilai ekonomi yang sangat luar biasa.
“Sebuah hal yang tidak bernilai, yang mungkin orang tidak anggap. Tetapi ketika kita melihat teknologi yang ada sekarang, itu bisa menjadi sebuah nilai ekonomi yang sangat luar biasa,” ujar Sri Juniarsih, Senin (29/6/2026).
Tantangan Sampah di Tengah Lonjakan Wisatawan Berau
Saat ini, Kabupaten Berau memang sedang mengalami peningkatan kunjungan wisatawan karena potensi pariwisatanya yang mendunia. Selain itu, pertumbuhan jumlah penduduk juga terus berjalan beriringan dengan tren tersebut.
Namun, Sri Juniarsih mengingatkan bahwa popularitas ini membawa konsekuensi nyata. Lonjakan wisatawan otomatis meningkatkan volume sampah di Berau. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pemerintah dan masyarakat harus mengelola masalah ini dengan cekatan agar tidak menjadi ancaman serius.
Sebaliknya, jika semua pihak menerapkan pengelolaan sampah berbasis teknologi secara tepat, sampah justru akan berbalik membawa berkah bagi kantong masyarakat.
“Dengan tingginya penduduk dan bertambahnya jumlah wisatawan, sampah bisa menjadi rezeki buat kita semuanya,” tambah Sri Juniarsih.
Dari ‘Jumat Bersih’ Menuju Industri Kreatif
Ketika membahas gerakan kebersihan lokal, Bupati Berau menjelaskan bahwa kelurahan dan kampung sudah lama rutin menjalankan aksi gotong royong ‘Jumat Bersih’.
Meskipun demikian, fokus Pemkab Berau saat ini telah bergeser untuk memastikan ending atau hasil akhir dari sampah-sampah tersebut. Sri Juniarsih tidak ingin warga sekadar mengumpulkan dan menumpuk sampah. Oleh karena itu, ia mendorong transformasi sampah menjadi bahan baku industri kreatif yang bernilai tinggi.
Produk Bernilai Jual dari Sampah
Bupati kemudian mencontohkan berbagai produk daur ulang yang kini ramai di media sosial. Melalui kreativitas, masyarakat dapat mengolah kembali sampah menjadi barang bermanfaat, seperti:
- Produk Rumah Tangga: Warga bisa mengubah sampah menjadi furnitur fungsional yang estetis, seperti meja dan kursi.
- Energi Alternatif: Masyarakat dapat mengonversi sampah menjadi bahan bakar kompor alternatif.
- Dekorasi Rumah: Pengrajin bisa menyulap sampah menjadi hiasan rumah tangga yang menarik.
“Semua yang sifatnya tidak berharga itu akan menjadi sebuah nilai yang sangat luar biasa, yang akan sangat bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkas Sri Juniarsih.
Penulius : Aprillia

