Isu Kenaikan BBM Disorot DPRD Samarinda, Komisi II Ingatkan Dampak ke Ekonomi Warga
2 mins read

Isu Kenaikan BBM Disorot DPRD Samarinda, Komisi II Ingatkan Dampak ke Ekonomi Warga

SAMARINDA, nusavox.com – Wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian di daerah.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda dari Fraksi Demokrat, H. Viktor Yuan, menilai kebijakan tersebut berpotensi membawa dampak luas terhadap kondisi ekonomi masyarakat di Samarinda.

Viktor menyampaikan, perubahan harga BBM hampir selalu berdampak langsung pada sektor perdagangan dan distribusi barang.

Kenaikan biaya bahan bakar dinilai akan meningkatkan ongkos logistik, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran.

“Kalau BBM naik, maka biaya distribusi barang juga meningkat. Ini yang kemudian berpengaruh pada harga di tingkat konsumen,” ujarnya.

Menurutnya, Samarinda sebagai kota yang bergantung pada pasokan barang dari luar daerah akan merasakan dampak tersebut secara signifikan.

Pelaku usaha, kata dia, tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual untuk menutupi kenaikan biaya operasional.

“Pedagang pasti menyesuaikan harga karena biaya angkut naik. Ujungnya masyarakat yang merasakan,” katanya.

Ia juga menyoroti potensi kenaikan tarif transportasi, baik angkutan umum maupun jasa pengiriman.

Kondisi ini diperkirakan akan menambah beban pengeluaran masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan tetap.

Selain itu, Viktor mengingatkan kemungkinan meningkatnya inflasi daerah jika harga BBM benar-benar mengalami penyesuaian.

Kenaikan harga yang terjadi secara berantai, dinilai dapat menekan daya beli masyarakat dan berdampak pada perlambatan aktivitas ekonomi.

“Kalau daya beli turun, maka perputaran ekonomi ikut melemah. Ini yang harus diantisipasi sejak awal,” tegasnya.

Sebagai anggota Komisi II yang membidangi ekonomi dan keuangan, ia mendorong Pemerintah Pusat, untuk mempertimbangkan secara komprehensif setiap kebijakan terkait harga BBM.

Stabilitas harga energi, menurutnya, menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi di daerah.

Di sisi lain, Viktor meminta Pemerintah Kota Samarinda untuk mengambil langkah antisipatif, termasuk memperkuat pengawasan harga bahan pokok serta memastikan distribusi barang tetap berjalan lancar.

“Pemerintah daerah perlu hadir menjaga stabilitas harga agar masyarakat tidak terlalu terbebani,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari pemerintah terkait perkembangan isu kenaikan BBM.

Kejelasan kebijakan dinilai dapat mencegah munculnya spekulasi, yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas agar tidak muncul kekhawatiran berlebihan,” pungkasnya. (AI)