Pendekatan Humanis Aparat Terhadap Demo 214, Tuai Apresiasi dari PJI Kaltim.
SAMARINDA, nusavox.com – Pelaksanaan aksi demonstrasi di Kota Samarinda pada Selasa (21/4/2026) berlangsung tertib dan kondusif. Situasi tersebut, mendapat apresiasi dari Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kalimantan Timur, yang menilai peran aparat keamanan cukup signifikan dalam menjaga stabilitas di lapangan.
Ketua PJI Kaltim, Jerison Togelang, menyebut pendekatan yang dilakukan oleh aparat TNI-Polri selama pengamanan aksi patut diapresiasi.
Ia menilai, pola pengamanan yang mengedepankan sisi humanis dan profesional mampu meredam potensi gesekan antara massa dan aparat.
Menurut Jerison, kehadiran aparat tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan, tetapi juga menjadi penjamin bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara terbuka dan aman.
Ia melihat adanya upaya serius dari aparat, untuk menjaga ruang demokrasi tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri yang telah bertugas secara humanis dan profesional sehingga aksi demonstrasi di Samarinda hari ini berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi yang terbangun antara aparat keamanan dengan peserta aksi menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang terkendali.
Dalam pandangannya, pendekatan persuasif yang diterapkan menjadi cerminan komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan antara keamanan dan kebebasan berpendapat.
“PJI Kaltim mengapresiasi pendekatan persuasif yang dikedepankan. Ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga demokrasi sekaligus menjaga Kalimantan Timur tetap kondusif,” tambahnya.
Lebih lanjut, Jerison berharap pola kolaborasi yang telah terbangun tersebut, dapat terus dipertahankan dalam setiap agenda penyampaian aspirasi di masa mendatang.
Ia menilai, konsistensi dalam menjaga komunikasi dan pendekatan humanis menjadi kunci dalam mencegah konflik di lapangan.
Menurutnya, keterlibatan semua pihak, baik aparat, masyarakat, maupun peserta aksi, sangat diperlukan agar setiap kegiatan demokrasi dapat berlangsung secara damai dan tertib.
“Harapannya, kolaborasi seperti ini terus terjaga dalam setiap agenda penyampaian pendapat di muka umum,” pungkasnya. (AI)

