Warga Buton Selatan Tambal Jalan Sendiri, Infrastruktur Rusak Jadi Sorotan Tajam, Pemerintah Kemana?
2 mins read

Warga Buton Selatan Tambal Jalan Sendiri, Infrastruktur Rusak Jadi Sorotan Tajam, Pemerintah Kemana?

BUTON SELATAN, nusavox.com — Buruknya kondisi jalan di Kabupaten Buton Selatan, kian memantik kritik publik.

Di saat perbaikan tak kunjung terealisasi, warga di sejumlah Desa memilih bergerak sendiri menambal jalan rusak yang selama ini dikeluhkan.

Di Desa Hendea, Kecamatan Sampolawa, sekelompok pemuda terlihat bergotong royong memperbaiki badan jalan yang berlubang, dan sulit dilalui.

Aksi tersebut terekam dan beredar luas di media sosial, memicu reaksi beragam dari masyarakat.

Seorang warga dalam unggahannya menyampaikan harapan, agar Pemerintah segera turun tangan.

Ia menilai kondisi jalan yang rusak sudah berlangsung lama, tanpa penanganan serius.

“Aktivitas pemuda Desa Hendea memperbaiki jalan. Kami sangat berharap kepada pemerintah secepatnya memperbaiki jalan Buton,” tulisnya.

Fenomena serupa terjadi di Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa.

Warga setempat juga bergotong royong memperbaiki jalan poros menuju kawasan wisata Waburi Park, yang selama ini menjadi akses utama masyarakat sekaligus jalur strategis menuju destinasi unggulan daerah.

“Kondisi jalan Buton Selatan, tepatnya jalan poros ke Waburi Park Gaya Baru, seharusnya menjadi perhatian Pemerintah,” tulis warga lainnya.

Ironisnya, jalan menuju Waburi Park yang kerap digunakan untuk kegiatan Pemerintah Daerah justru dilaporkan dalam kondisi rusak parah.

Padahal, kawasan tersebut menjadi salah satu etalase pariwisata Buton Selatan.

Kritik pun mengalir deras dari warga, terutama di media sosial.

Mereka menyoroti ketidaksinkronan antara aktivitas Pemerintah, dan kondisi infrastruktur di lapangan.

“Sepertinya Pemerintah sering melewati jalan itu saat menuju Waburi, namun tidak ada perhatian,” tulis seorang warga dalam kolom komentar.

Komentar tersebut mendapat respons senada dari warga lain. “Tepat sekali, padahal setiap kegiatan sering dilaksanakan di Waburi, tetapi kondisi jalannya tidak diperbaiki,” tulisnya.

Dari penelusuran, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di satu titik.

Ruas jalan dari Desa Kaongkeongkea menuju Desa Hendea, dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Kondisi serupa juga ditemukan di kawasan Gunung Sejuk, hingga simpang tiga menuju Desa Tira yang belum tersentuh perbaikan.

Selain itu, akses menuju Desa Lapandewa Kaindea, Desa Gerak Makmur, dan Desa Gaya Baru juga dilaporkan rusak parah, menghambat mobilitas warga serta aktivitas ekonomi, termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.

Warga mengaku, telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada Pemerintah Daerah.

Namun hingga kini, belum terlihat adanya langkah konkret maupun kepastian program perbaikan jalan.

Situasi ini memunculkan pertanyaan, terkait komitmen dan prioritas pembangunan di Buton Selatan.

Infrastruktur jalan sebagai kebutuhan dasar, dinilai belum menjadi perhatian utama.

Masyarakat berharap Pemerintah Daerah segera mengambil tindakan nyata, tidak hanya merespons keluhan, tetapi juga menuntaskan persoalan infrastruktur secara menyeluruh.

“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, tentu sangat merugikan masyarakat. Kami hanya ingin jalan yang layak agar aktivitas bisa berjalan normal,” pungkas seorang warga. (AI)