Kamis, 16 Juli 2026 Samarinda, ID
Daerah

Berau Coal Transplantasi Terumbu Karang di Maratua

Foto Istimewa : PT Berau Coal, produsen batu bara terbesar kelima di Indonesia yang beroperasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

MARATUA, nusavox.com – PT Berau Coal bersama sejumlah mitra strategis menggelar program transplantasi terumbu karang Maratua di Kabupaten Berau. Langkah nyata ini bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem laut, sekaligus mendongkrak sektor pariwisata dan perikanan setempat.

Kegiatan yang berlangsung pada 1–2 Mei ini menggandeng PT Asian Bulk Logistic (ABL), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Komunitas Maratua Peduli Lingkungan (MPL), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Payung-Payung, serta insan pers.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Mempercepat Pemulihan Laut dengan Reef Stupa

Dalam aksi lingkungan ini, para relawan menanam fragmen karang menggunakan media buatan bernama reef stupa. Metode ini terbukti mampu membuat karang tumbuh lebih cepat dan stabil. Oleh karena itu, program ini menjadi solusi jitu untuk mempercepat pemulihan keanekaragaman hayati di bawah laut Maratua.

Selain menjadi tempat melekatnya karang, reef stupa juga membawa banyak dampak positif bagi lingkungan, antara lain:

  • Menyediakan rumah baru yang aman bagi berbagai biota laut.
  • Menjaga keseimbangan ekosistem pesisir secara alami.
  • Menahan hantaman gelombang besar yang mengancam pantai.

Dengan demikian, terumbu karang yang sehat akan langsung meningkatkan hasil tangkapan nelayan dan memikat lebih banyak wisatawan ke Kabupaten Berau.

Komitmen Hijau dan Agenda Rutin Bersama Mitra

Ketua Panitia Kegiatan, Farhan Soeprapto, menegaskan bahwa PT Berau Coal menjalankan program ini sebagai wujud komitmen menjaga laut. Di samping itu, aksi ini juga memenuhi kewajiban perusahaan sebagai pemegang Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

“Ini merupakan wujud kepedulian dan sinergi kami sebagai pemegang PKKPRL Laut,” ujar Farhan.

Selanjutnya, Farhan menjelaskan bahwa aksi konservasi ini merupakan kelanjutan dari program tahun lalu, di mana mereka telah menanam 300 bibit mangrove.

Sementara itu, Region Head PT Asian Bulk Logistic (ABL), Dimas Rinto Prasetyo, menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus mengawal pelestarian lingkungan ini. Bahkan, mereka akan menggelar aksi bersih pantai secara rutin sebagai sarana edukasi bagi masyarakat sekitar.

Kolaborasi Kuat Demi Masa Depan Wisata Bahari

Shipping Manager & PJK3L Marine PT Berau Coal, Sandy Santosa, menilai aksi ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan sebuah kolaborasi nyata. Oleh sebab itu, ia berharap program ini terus bergulir dan merangkul lebih banyak pihak di masa depan.

Ketua Pokdarwis Kampung Payung-Payung, Ardiansyah, turut menyampaikan apresiasi yang tinggi. Ia optimistis kolaborasi ini membawa dampak besar bagi sektor pariwisata di Pulau Maratua.

Pada akhirnya, lewat kerja sama lintas sektor ini, PT Berau Coal bersama mitra berharap bisa terus menjaga terumbu karang Maratua demi masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Berau.

(Aprl)