Kamis, 16 Juli 2026 Samarinda, ID
Daerah

DPRD Samarinda Bahas Pemadaman Listrik dengan PLN

Foto Istimewa : Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menggelar audiensi bersama jajaran manajemen PLN UP3 Samarinda

SAMARINDA, nusavox.com – DPRD Kota Samarinda menggelar audiensi bersama PT PLN (Persero) untuk membahas masalah pemadaman listrik Samarinda yang meresahkan warga dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, pertemuan penting ini juga mengupas tuntas rencana peningkatan infrastruktur kelistrikan hingga optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR).

Ketua DPRD Kota Samarinda, H. Helmi Abdullah, menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan agenda resmi yang telah terjadwal. Dalam kesempatan tersebut, manajemen PLN langsung menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan akibat gangguan pasokan listrik.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Gangguan Teknis Murni dan Target Pemulihan

Helmi mengungkapkan bahwa pihak PLN mengategorikan mati lampu tersebut sebagai gangguan teknis murni pada sistem kelistrikan. Meski demikian, perusahaan plat merah ini bergerak cepat mengesekusi perbaikan di lapangan agar sistem segera normal kembali.

“Mereka menyampaikan itu murni gangguan teknis. Insya Allah sudah ditangani dan harapannya ke depan pemadaman seperti itu tidak terjadi lagi karena mereka bergerak cepat melakukan perbaikan,” ujar Helmi, Minggu (12/7/2026)

Selanjutnya, PLN menargetkan proses pemulihan sistem secara menyeluruh dapat selesai dalam waktu satu hingga dua hari ke depan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk bersabar selama proses penormalan jaringan berlangsung.

Dorong Penguatan Infrastruktur dan Dana CSR

Tidak hanya mengevaluasi gangguan, DPRD Samarinda juga mendorong PLN untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan di wilayah yang membutuhkan peningkatan jaringan. Langkah strategis ini sangat krusial demi mendukung penataan ruang dan laju perkembangan Kota Samarinda.

“Kami berharap PLN dapat bekerja sama dengan Pemerintah Kota Samarinda untuk meningkatkan infrastruktur kelistrikan, terutama di daerah-daerah yang infrastrukturnya masih perlu diperbaiki,” jelas politikus Partai Gerindra tersebut.

Di samping itu, Helmi juga menyinggung penyaluran program CSR PLN. Pihak legislatif mendesak agar program tanggung jawab sosial tersebut memberikan dampak nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat luas.

Sebagai informasi tambahan, Helmi menegaskan bahwa pertemuan ini murni membahas pelayanan teknis. Dengan demikian, isu mengenai kenaikan tarif listrik sama sekali tidak masuk dalam ruang pembahasan audiensi tersebut.

(Aprl)