Selasa, 15 September 2026 Samarinda, ID
DPRD Kota Samarinda

DPRD Samarinda Panggil PLN Terkait Mati Listrik Berulang

SAMARINDA, nusavox.com — Komisi III DPRD Kota Samarinda bergerak cepat merespons keluhan warga terkait pemadaman listrik berulang di sejumlah wilayah. Langkah tegas ini melengkapi fokus jajaran legislatif yang sebelumnya memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa (15/9/2026).

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan bahwa pihaknya mengagendakan pemanggilan manajemen area PLN Samarinda dalam waktu dekat. Pemanggilan ini bertujuan untuk menggali kendala utama yang menyebabkan gangguan pasokan listrik di tengah situasi kota yang sedang krisis kekeringan.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Deni menyoroti kejanggalan fenomena mati listrik ini. Menurutnya, Kalimantan Timur merupakan kawasan lumbung energi penghasil batubara, sehingga masalah pasokan daya seharusnya tidak perlu terjadi.

“Kota Samarinda saat ini terancam dengan adanya mati listrik di beberapa wilayah. Kami sudah memanggil OPD terkait untuk penanganan karhutla, dan kami juga akan memanggil Area Manager PLN. Kami ingin menanyakan kendala apa yang membuat mati listrik di beberapa tempat ini terjadi lagi. Kalau kita berbicara pasokan atau suplai batubara, daerah kita ini adalah penghasil batubara. Semestinya kita tidak ada keraguan terhadap pasokan atau suplai batubara,” tegas Deni.

DPRD Ingin Sajikan Data Transparan kepada Masyarakat

Selain mempertanyakan pasokan bahan bakar, Komisi III DPRD Samarinda ingin mendengarkan penjelasan teknis secara langsung dari pihak penyedia jasa pasokan listrik tersebut. Langkah ini penting agar informasi yang sampai kepada masyarakat berbasis data faktual dan bukan sebatas asumsi semata.

Lebih lanjut, Deni menekankan bahwa pemadaman listrik berulang sangat memberatkan beban masyarakat. Apalagi saat ini warga Samarinda sedang menghadapi himpitan ekonomi sekaligus ancaman bencana karhutla.

“Makanya yang ingin kita pertanyakan lagi, kendala apa yang menjadi hambatan dari teman-teman di PLN. Nanti ketika kami bertemu, kami bisa mendapat jawabannya. Supaya kami bisa menyampaikan kepada masyarakat kondisi aktual di Kota Samarinda ini mati listrik disebabkan oleh apa. Ini supaya jelas. Kita tidak ingin di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja, ditambah kebakaran hutan, lalu ada mati listrik yang selalu terjadi,” paparnya.

Pertemuan Dijadwalkan Dalam 1-2 Hari Ke Depan

Untuk mengurai masalah tersebut secara konkret, Komisi III DPRD Samarinda memastikan akan menggelar pertemuan tatap muka bersama pimpinan PLN Samarinda dalam kurun waktu satu hingga dua hari mendatang.

Pihak legislatif juga menahan diri untuk tidak mengeluarkan spekulasi sebelum mendengarkan paparan resmi dari pihak PLN.

“Saya belum bisa memberikan statement penyebabnya apa dan bagaimana penanganannya sebelum mengetahui keterangan dari PLN terkait info tersebut. Dalam waktu dekat, mungkin dalam 1-2 hari ini, kami akan bertemu dengan Area Manager PLN. Kita tidak ingin menebak-nebak penyebabnya, tapi kita ingin jawaban konkret dan jelas sesuai data serta fakta yang ada,” pungkas Deni.(Adv)

(Aprl)