Kamis, 16 Juli 2026 Samarinda, ID
Daerah

Langka, RSUD Jusuf SK Cari Dokter Bedah Saraf Kaltara

Foto Istimewa : Dr. Budy Aziz B., Sp.PK., M.H., Dokter Spesialis Patologi Klinik

TARAKAN, nusavox.com – RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan terus memutar otak untuk mengatasi keterbatasan dokter spesialis bedah saraf Kaltara (Kalimantan Utara). Oleh karena itu, manajemen rumah sakit milik pemerintah ini langsung meluncurkan berbagai langkah strategis. Hal ini mereka lakukan demi memenuhi kebutuhan tenaga medis vital tersebut dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Pihak rumah sakit menempuh berbagai upaya nyata secara simultan. Mereka tidak hanya mengajukan permohonan formasi ke pemerintah pusat, tetapi juga bergerak aktif mencari lowongan dokter spesialis bedah saraf Kaltara. Bahkan, sebagai langkah mandiri, manajemen kini mulai menyekolahkan dokter umum internal mereka.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Plt. Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Aziz B., Sp.PK, menegaskan bahwa pihaknya telah mengetuk berbagai jalur perekrutan resmi. Saat ini, manajemen telah mengirimkan berkas pengajuan lowongan kerja untuk posisi dokter spesialis bedah saraf Kaltara kepada Kementerian Kesehatan serta beberapa pusat pendidikan kedokteran terkemuka di Indonesia.

“Kami sudah mengupayakan perekrutan dokter spesialis bedah saraf Kaltara melalui Kemenkes. Selain itu, kami juga menghubungi pusat pendidikan spesialis seperti RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dan RSUP Dr. Kariadi Semarang,” ungkap dr. Budy, Rabu (8/7/2026).

Bergerak Cepat Jauhi Krisis Pelayanan

Selain mendekati pemerintah dan universitas, pihak rumah sakit juga menunjukkan komitmennya dengan mendekati organisasi profesi. Menariknya, mereka sudah memulai langkah jemput bola ini jauh hari sebelum masa tugas dokter dari Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) berakhir. Langkah cepat ini bertujuan agar posisi penting dokter spesialis bedah saraf Kaltara di rumah sakit tidak sampai mengalami kekosongan.

“Kami bahkan sudah menghubungi Kolegium dan Perhimpunan Bedah Saraf sejak sebelum kontrak dokter PGDS selesai,” imbuhnya.

Namun, dr. Budy mengakui bahwa proses pemenuhan ini menghadapi jalan yang cukup terjal. Pasalnya, jumlah keahlian ini di Indonesia memang masih sangat langka. Akibatnya, banyak daerah di luar Jawa harus saling bersaing ketat untuk memperebutkan jasa dokter spesialis bedah saraf Kaltara.

“Karena jumlah tenaga ahli di Indonesia sangat minim, kami akhirnya kesulitan mencari SDM yang siap bertugas di daerah,” jelas dr. Budy.

Menyiapkan Solusi Jangka Panjang demi Pasien

Meskipun menghadapi persaingan yang ketat antar-wilayah, RSUD dr. H. Jusuf SK tidak ingin menyerah begitu saja. Sebagai solusi jangka panjang, mereka memilih untuk melahirkan dokter spesialis bedah saraf Kaltara secara mandiri lewat kaderisasi dokter lokal.

Selanjutnya, langkah investasi SDM ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pelayanan kesehatan di Kalimantan Utara secara permanen. Pasien lokal nantinya tidak perlu lagi dirujuk ke luar pulau untuk mendapatkan tindakan operasi saraf yang rumit.

“Oleh karena itu, kami mengatasi krisis SDM ini dengan mengirimkan dokter-dokter umum untuk menempuh pendidikan dokter spesialis bedah saraf Kaltara. Saat ini, mereka sedang menjalani masa pendidikan tersebut dan kami harap bisa segera kembali untuk mengabdi,” pungkasnya optimis.

(Aprl)