SAMARINDA, nusavoxnews — Pengerjaan fisik proyek ikonik Teras Samarinda kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Kontraktor telah menyelesaikan konstruksi bangunan dan saat ini fokus menjalankan masa pemeliharaan untuk merapikan detail kecil, seperti mengganti keramik yang pecah.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menyampaikan progres positif ini pada Jumat (14/8/2026). Seiring berjalannya masa pemeliharaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini tengah mematangkan berbagai persiapan menjelang peresmian Teras Samarinda.
Jadwal Inspeksi dan Tahapan Peresmian Teras Samarinda
Pemkot Samarinda merancang skema transisi pengelolaan sebelum membuka area ini untuk umum. Pada 19–20 Agustus, pengembang menyerahkan kelola sementara kawasan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hingga 31 Desember mendatang.
Selanjutnya, petugas akan mulai membongkar pagar seng penutup proyek pada 20 Agustus. Setelah tahap perapihan rampung, Wali Kota Samarinda dijadwalkan meninjau langsung lokasi pada 24 Agustus. Jika inspeksi lapangan berjalan lancar, Pemkot menetapkan target peresmian Teras Samarinda pada tanggal 29 Agustus.
Skema Pengelolaan dan Jam Operasional Kawasan
Untuk jangka panjang, Bagian Kerja Sama Pemkot Samarinda tengah menyeleksi pihak ketiga (vendor) sebagai pengelola resmi. Langkah ini bertujuan agar penataan kawasan terbuka dapat berjalan lebih profesional dan efektif.
Meskipun Teras Samarinda berfungsi sebagai ruang terbuka publik, pengelola tidak memberlakukan jam operasional 24 jam penuh. Petugas akan meredupkan lampu secara bertahap mulai pukul 23.00 WITA guna membatasi aktivitas warga di larut malam. Namun demikian, anggota Satpol PP tetap menjaga keamanan kawasan secara nonstop selama 24 jam.
Penataan UMKM dan Fasilitas Parkir Pengunjung
Pemkot Samarinda juga menyiapkan fasilitas pendukung bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pengelola menyediakan 12 tenant di area dermaga dengan menerapkan konsep pelayanan take away. Pengunjung dapat memesan makanan dan mengonsumsinya di area duduk terbuka yang telah tersedia.
Sementara itu, untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung pada sore hingga malam hari, Dishub memusatkan area parkir di Pasar Pagi dan Masjid Raya. Pemerintah daerah telah berkoordinasi langsung dengan Pengurus Yayasan Masjid Raya guna memastikan kenyamanan kantong parkir.
Proyek Lanjutan Pengerukan Sedimentasi 2027
Selain fokus pada peresmian, Pemkot Samarinda menaruh perhatian besar pada masalah pengerukan sedimentasi sungai di sekitar dermaga. Pemkot menggandeng Balai Wilayah Sungai (BWS) agar proses pengerukan sungai tidak mengganggu fondasi struktur Teras Samarinda.
Pemerintah kota mengalokasikan anggaran sekitar Rp 700 juta untuk proyek pengerukan ini pada tahun anggaran 2027. Pada tahun yang sama, Pemkot juga berencana membuka akses pedestrian yang terhubung langsung ke tepi sungai.
(Aprl)

