Jumat, 26 Juni 2026 Samarinda, ID
Daerah

PSTD Persatu 79 Samarinda Siap Hadapi Kejuaraan Juli

Foto Istimewa : PTSD Persatu 79 Samarinda

SAMARINDA, nusavox.com – Pengurus PSTD Persatu 79 Samarinda kini fokus membangun kekompakan tim demi mempersiapkan para atlet menghadapi kejuaraan pencak silat. Rencananya, kompetisi bergengsi tersebut akan berlangsung pada pertengahan Juli 2026 mendatang.

Selain mengasah teknik bertanding, pihak manajemen juga mempertemukan para atlet dalam sesi latihan bersama di berbagai ranting. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat rasa kebersamaan sekaligus meningkatkan mental bertanding mereka.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Metode TC Berpindah Guna Mempererat Silaturahmi

Pihak pengurus menunjukkan upaya penguatan tersebut saat menggelar latihan di kawasan Loa Kumbar pada Rabu (24/6/2026) malam. Pada kesempatan itu, Ketua Cabang PSTD Persatu 79 Samarinda, Kapten Inf Imam Nawawi, memantau langsung pembinaan para atlet.

Saat ini, atlet dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 dan SRT 58 Samarinda sedang menjalani training center (TC) bersama. Imam, yang juga menjabat sebagai Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 091/Aji Surya Natakesuma, sengaja mengubah pola TC dengan memindahkan lokasi latihan secara berkala.

Menurutnya, metode unik ini dapat mempererat tali silaturahmi antar-ranting. Oleh karena itu, cara ini sangat efektif untuk membangun kekompakan para atlet sebelum mereka resmi turun di arena kejuaraan.

“Walaupun namanya training center biasanya terpusat, saya sengaja mengizinkan mereka berpindah-pindah. Kadang latihan di SRT 57, SRT 58, Loa Kumbar, atau ranting lain supaya mereka saling mengenal, saling belajar, dan rasa persaudaraannya semakin kuat,” ujar Imam.

Membentuk Mental Bertanding dan Karakter Pesilat

Selain membangun kebersamaan, Imam juga menegaskan bahwa para atlet PSTD Persatu 79 Samarinda wajib memiliki mental yang kuat. Sebab, kemampuan teknik dan fisik tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya karakter yang tangguh.

“Teknik bisa terus diasah, fisik bisa dilatih, tetapi mental bertanding juga harus dipersiapkan sejak sekarang. Itu yang kami tekankan kepada mereka,” katanya dengan tegas.

Selama sesi latihan berlangsung, Imam senantiasi menanamkan nilai-nilai penting sebagai bekal para atlet. Nilai-nilai tersebut meliputi:

  • Apresiasi terhadap seni pencak silat.
  • Pemahaman filosofi kehidupan yang mendalam.
  • Penerapan nilai-nilai religi sebagai fondasi utama.

Oleh sebab itu, ia menilai bahwa proses latihan saat ini memegang peranan krusial dalam membentuk karakter seorang pesilat sejati.

“Kalau ingin berprestasi, harus mau menjalani proses. Tidak ada keberhasilan yang datang begitu saja. Semua harus ditempuh dengan latihan, disiplin, dan kerja keras,” ucapnya menambahkan.

Pada akhirnya, Imam merasa optimis bahwa atlet PSTD Persatu 79 Samarinda mampu tampil maksimal. Dengan demikian, mereka dapat membawa pulang hasil terbaik pada kejuaraan pencak silat pertengahan Juli mendatang.

Penulis : Aprillia