Jumat, 7 Agustus 2026 Samarinda, ID
Daerah

RSUD IA Moeis Bina Dokter Usai Komentar di Medsos

Foto : Mike

RSUD IA Moeis Bina Dokter Usai Komentar di Medsos

SAMARINDA, nusavox.com – Manajemen RSUD IA Moeis Samarinda mengambil langkah tegas terkait polemik di media sosial pada Rabu (05/08/2026). Pihak rumah sakit langsung memanggil pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut untuk memberikan klarifikasi. Agenda pembinaan dokter RSUD IA Moeis ini berlangsung sesuai prosedur kedisiplinan pegawai yang berlaku.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Prosedur Pembinaan dan Permintaan Maaf

Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, dr. Osa Rafsodia, menyampaikan bahwa dokter yang bersangkutan telah memenuhi panggilan manajemen. Selain itu, tenaga medis tersebut juga sudah menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada pihak rumah sakit.

“Kami telah memanggil yang bersangkutan dan menjalankan proses pembinaan sesuai aturan kepegawaian. Beliau juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan tersebut,” ujar dr. Osa kepada wartawan.

Selanjutnya, dr. Osa menegaskan bahwa peritiwa kontroversial tersebut tidak terjadi di lingkungan RSUD IA Moeis. Dokter tersebut hanya menuliskan komentar pada unggahan media sosial milik orang lain. Oleh karena itu, pasien yang menjadi bahan perbincangan bukan merupakan pasien rumah sakit pemerintah ini.

Pembebastugasan Sementara dan Laporan ke Inspektorat

Sebagai langkah antisipasi, manajemen menenangkan suasana dengan membebas-tugaskan dokter tersebut selama dua hingga tiga hari. Kemudian, pihak rumah sakit juga telah melaporkan kasus ini ke Inspektorat Daerah Samarinda untuk evaluasi lebih lanjut.

Langkah pembinaan dokter RSUD IA Moeis ini bertujuan untuk menjaga profesionalitas instansi. Mengenai kemungkinan sanksi pemecatan, manajemen masih menunggu hasil keputusan dari Inspektorat Daerah.

Rekam Jejak Kinerja dan Imbauan Manajemen

Meskipun memicu kontroversi di ruang publik, dr. Osa mengakui bahwa dokter tersebut memiliki rekam jejak kerja yang baik. Dokter BLUD yang bertugas selama satu tahun di Instalasi Gawat Darurat (IGD) ini selalu bekerja responsif. Pihak manajemen mencatat bahwa sang dokter belum pernah melakukan pelanggaran serupa sebelumnya.

Pada akhirnya, dr. Osa mengimbau masyarakat agar tidak memperkeruh suasana di media sosial. Pihak rumah sakit meminta publik memberi ruang agar proses penanganan kedisiplinan ini berjalan sesuai mekanisme hukum.

(Aprl)