Selasa, 25 Agustus 2026 Samarinda, ID
Daerah

Semarak HUT RI ke-81, SMK Medika Samarinda Padukan Khataman Al-Qur’an dan Kreasi 3.420 Telur

KH Ahsanur Ahmad Apresiasi Langkah SMK Medika, Dorong Sekolah Lain Hidupkan Al-Qur’an

SAMARINDA, nusavox.com – Ada cara berbeda yang dilakukan SMK Medika Samarinda dalam memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak hanya menggelar lomba khas 17 Agustus, sekolah tersebut, memadukan semangat merah putih dengan kegiatan keagamaan melalui khataman Al-Qur’an dan kreativitas siswa berupa kreasi telur merah putih.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

Kegiatan itu menjadi bagian dari Festival Merah Putih SMK Medika Samarinda, yang digelar melalui kolaborasi bersama Samarinda Square dan sejumlah mitra.

Salah satu agenda dipusatkan di lantai 3 Samarinda Square Mall, Selasa (11/8/2026), sekitar pukul 15.30 WITA.

Kegiatan tersebut, menghadirkan suasana berbeda. Di tengah aktivitas pusat perbelanjaan, para siswa SMK Medika Samarinda mengikuti rangkaian kegiatan yang menggabungkan nilai religius, kreativitas, kebersamaan dan semangat memperingati kemerdekaan.

Kepala SMK Medika Samarinda, Musmuliadi, mengatakan Festival Merah Putih merupakan rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yang dikolaborasikan dengan sejumlah pihak, termasuk Samarinda Square.

“Ini kegiatan merupakan Festival Merah Putih bekerja sama dengan Ramayana, Jakarta IntiLand, Samarinda Square untuk ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-81. Kebetulan di antara kegiatan-kegiatan 17-an ini kita rangkai dengan kegiatan khatam Al-Qur’an untuk anak-anak SMK Medika per enam bulan,” ujar Musmuliadi.

Menurutnya, kegiatan khataman Al-Qur’an telah dua kali dilaksanakan oleh SMK Medika Samarinda.

Dalam satu tahun, sekitar 35 siswa mengikuti kegiatan tersebut.

Namun, momentum HUT RI ke-81 tahun ini menjadi berbeda karena khataman Al-Qur’an, untuk pertama kalinya dirangkaikan secara langsung dengan perayaan 17 Agustus.

Selain khataman, siswa juga mengikuti lomba kreatif kreasi telur.

Konsep tersebut, mengambil inspirasi dari tradisi masyarakat yang biasa menggelar kegiatan serupa di kampung, masjid maupun surau.

Bedanya, kali ini kegiatan dipusatkan di Samarinda Square Mall.

Musmuliadi mengatakan pemilihan lokasi tersebut memberikan suasana berbeda bagi para siswa.

Selain tempat yang dianggap nyaman, kegiatan juga memungkinkan siswa menikmati suasana pusat perbelanjaan.

Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam Festival Merah Putih tersebut, adalah lomba kreasi telur.

Telur yang dihias para siswa, dibuat dengan nuansa merah putih sebagai simbol kemerdekaan.

Bahan utama tersebut, berasal dari sumbangan orang tua siswa.

Setiap siswa menyumbangkan dua butir telur. Dengan jumlah siswa sekitar 1.500 orang, sedikitnya 3.000 telur terkumpul.

Ditambah telur yang disiapkan masing-masing kelas, total telur yang digunakan mencapai sekitar 3.420 butir.

“Berarti ada 3.420 telur yang beredar pada sore hari ini dan siap untuk dimangsa anak-anak kita dan semua orang-orang yang berkunjung di mal Samarinda Square ini,” kata Musmuliadi.

Kreasi telur tersebut, kemudian dinilai dalam lomba antarkelas.

Para siswa, mendapat pendampingan dari wali kelas masing-masing.

SMK Medika Samarinda memiliki sekitar 42 kelas, yang terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Beberapa kelas dengan jumlah siswa, yang tidak mencapai satu kelas penuh digabungkan.

Sejumlah jurusan yang ikut berpartisipasi antara lain Keperawatan, Farmasi, Teknik Sepeda Motor (TSM), Desain Komunikasi Visual (DKV), Multimedia dan Analis Kesehatan.

Musmuliadi mengatakan Festival Merah Putih, juga dirancang sebagai sarana memberikan pengalaman berbeda kepada siswa.

Menurut dia, kegiatan pembelajaran yang monoton dapat menimbulkan kejenuhan.

Karena itu, sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk beraktivitas melalui kegiatan kreatif, olahraga dan kebersamaan.

“Kami ingin bahwa bagaimana anak-anak selalu diberikan semangat dengan kegiatan variasi. Bukan hanya monoton belajar di sekolah, jenuh, tapi dengan kegiatan seperti ini,” jelasnya.

Rangkaian Festival Merah Putih, telah memasuki hari kedua.

Selain khataman Al-Qur’an dan kreasi telur, kegiatan juga diisi lomba joget balon, memasukkan kelereng ke dalam botol serta tarik tambang.

Sebagai agenda penutup, SMK Medika Samarinda akan menggelar upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 di area parkir Samarinda Square.

Foto: Kepala Sekolah SMK Medika Samarinda Musmuliadi (sebelah kiri) bersama KH Ahsanur Ahmad, Lc., MA, Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur, saat di wawancarai awak media, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan khataman Al-Qur’an, yang menjadi bagian dari Festival Merah Putih mendapat apresiasi dari KH Ahsanur Ahmad, Lc., MA, Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur.

Ia menilai langkah SMK Medika Samarinda, sebagai kegiatan positif yang patut dicontoh oleh sekolah lain.

“Masyaallah luar biasa sekali seperti yang saya sampaikan di sambutan tadi, ini mesti ditiru oleh sekolah-sekolah yang ada bukan cuma di Samarinda tapi seluruh Indonesia,” ujar KH Ahsanur Ahmad.

Menurutnya, kegiatan khataman Al-Qur’an di lingkungan sekolah dapat menjadi bagian dari upaya membangun generasi, yang dekat dengan nilai-nilai keagamaan.

Ia pun mengajak seluruh sekolah di Samarinda, Kalimantan Timur bahkan Indonesia untuk menghidupkan Al-Qur’an di lingkungan sekolah masing-masing.

“Saya mewakili Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Timur hari ini mengajak kepada seluruh sekolah-sekolah yang ada di Samarinda, di Kalimantan Timur bahkan seluruh Indonesia ayo kita ramaikan dan hidupkan Al-Qur’an di sekolah-sekolah kita masing-masing,” tegasnya.

KH Ahsanur Ahmad juga menilai kegiatan yang dilakukan SMK Medika Samarinda, menjadi salah satu cara untuk membuktikan bahwa Al-Qur’an dapat dipelajari dengan mudah oleh generasi muda.

Ia mencontohkan banyak anak-anak yang mampu membaca bahkan menghafal Al-Qur’an.

Menurutnya, hal itu menunjukkan pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Sementara itu, Musmuliadi menekankan bahwa peringatan HUT RI bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga momentum menanamkan semangat perjuangan kepada para pelajar.

Jika generasi terdahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan pengorbanan, maka generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisinya dengan kegiatan yang positif.

“Semangat juang bahwa jangan lelah mengisi kemerdekaan ini. Kita sadar bahwa perebutan kemerdekaan waktu itu dengan melalui bambu runcing. Sekarang tinggal kita mengisinya dan menikmati saja. Pertahankan tetap menjadi manusia pejuang sampai ke akhir hayat,” ungkap Musmuliadi.

KH Ahsanur Ahmad pun memberikan pesan kepada SMK Medika Samarinda agar terus berkembang dan mempertahankan berbagai kegiatan positif yang dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan pendidikan.

“Medika tetap semangat, tetap berkembang, jadilah inspirasi dan penyemangat bagi Samarinda dan Kalimantan Timur dan Indonesia umumnya, insyaallah,” pungkasnya.

Festival Merah Putih SMK Medika Samarinda akhirnya bukan sekadar rangkaian lomba menyambut 17 Agustus.

Khataman Al-Qur’an, kreasi ribuan telur merah putih dan berbagai permainan tradisional, menjadi ruang bagi siswa untuk merayakan kemerdekaan sekaligus belajar tentang kebersamaan, kreativitas, nilai religius dan semangat perjuangan. (AI)