SAMARINDA, nusavox.com – Musik eksperimental asal Samarinda kini berhasil menembus skena noise internasional. Musisi independen, Theo Nugraha, resmi merilis album 4-way split bertajuk Prosthetic Reality, Selasa (08/09/2026)
Label independen asal Spanyol, Drama Recorder, meluncurkan album ini secara resmi pada 31 Agustus 2026. Selain itu, proyek ini mempertemukan empat musisi dari empat negara berbeda.
Kolaborasi Musisi Ekstrem Dunia
Proyek ini menghadirkan kolaborasi lintas negara yang sangat menarik. Bahkan, para musisi yang terlibat memiliki nama besar di skena musik ekstrem:
- Theo Nugraha & Savage Doctrine (Indonesia & Spanyol)
- Iggor Cavalera (Brasil & Inggris)
- Black Leather Jesus (Amerika Serikat)
- Incapacitants (Jepang)
Kehadiran Eks Drummer Sepultura
Kehadiran Iggor Cavalera menjadi daya tarik utama dalam album ini. Sebab, ia merupakan mantan drummer sekaligus pendiri band metal legendaris Sepultura.
Iggor menyumbangkan lagu eksperimental berjudul “Present to be Absent”. Selanjutnya, ia merekam lagu berdurasi 10 menit tersebut di London.
Kemudian, BOT menyelesaikan proses mixing dan mastering lagu tersebut. Oleh karena itu, audio lagu Iggor terdengar sangat solid dan rapi.
Bagi Theo Nugraha, proyek ini terasa sangat istimewa. Sebab, karya dari Samarinda kini bisa berdampingan dengan musisi kelas dunia.
Empat Karya Ekstrem dalam Album
Album Prosthetic Reality memuat empat karya noise yang unik. Berikut adalah rincian lagu di dalam album tersebut:
- Side A1: Black Leather Jesus menyajikan lagu “Manic Men” berdurasi 9 menit.
- Side A2: Incapacitants membawakan lagu elektronik berjudul “Release of Demon Rice”.
- Side B1: Iggor Cavalera menampilkan komposisi eksperimental “Present to be Absent”.
- Side B2: Theo Nugraha bersama Savage Doctrine menyajikan lagu “Distortion Storm”.
Selain mengisi suara, Theo juga memegang peran penting di balik layar. Contohnya, ia memproduseri album sekaligus merancang gambar sampul album ini.
Rilisan Fisik Terbatas untuk Kolektor
Drama Recorder juga menjual album ini dalam bentuk fisik. Langkah ini bertujuan untuk mendukung tradisi pengarsipan musik bawah tanah.
Pihak label hanya mencetak piringan hitam (vinyl) sebanyak 100 kopi. Selain itu, mereka juga memproduksi kaset pita terbatas sebanyak 50 kopi saja.
Kultur DIY Samarinda Go International
Pencapaian Theo membuktikan satu hal penting bagi musisi daerah. Pasalnya, musisi tidak perlu pindah ke Jakarta untuk meraih sukses.
Sebab, musisi bisa memanfaatkan internet dan semangat Do It Yourself (DIY). Akibatnya, karya lokal bisa langsung menjangkau pendengar di seluruh dunia.
Saat ini, Anda sudah bisa mendengarkan album Prosthetic Reality di platform Bandcamp resmi Drama Recorder.
(Aprl)

