BERAU, nusavox.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau kini tengah mematangkan rencana pengadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang baru. Langkah taktis ini bertujuan untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas (overload) yang saat ini melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Namun, DLHK Berau masih harus menunggu kepastian ketersediaan lahan yang siap pakai sebelum merealisasikan proyek besar tersebut. Oleh karena itu, pihak dinas belum bisa mengeksekusi pembangunan fisik dalam waktu dekat.
DLHK dan DPUPR Berau Amankan Lahan
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, menjelaskan bahwa pihaknya akan menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau untuk merancang pembangunan fisik fasilitas tersebut. Mereka berkomitmen akan langsung mengajukan usulan konstruksi secara resmi begitu persoalan lahan ini klir.
“Kalau sudah ada lahan yang tersedia, tentu kita secara tim di pemerintahan akan segera mengusulkan pembangunannya,” jelas Zulkifli.
Sampai saat ini, DLHK Berau mengakui bahwa mereka belum menerima hibah lahan yang representatif untuk area TPST. Akibatnya, instansi terkait belum dapat menetapkan titik-titik lokasi strategis mana saja yang akan menerima fasilitas pengolahan modern ini.
Mengajak Semua Pihak Mengelola Sampah
Zulkifli menegaskan bahwa DLHK Berau tidak bisa berjalan sendiri dalam menyelesaikan karut-marut tata kelola sampah di Bumi Batiwakkal. Sebaliknya, kerja sama multipihak dari hulu ke hilir menjadi kunci utama penentu keberhasilan program ini.
“Mudah-mudahan melalui kolaborasi erat antara pihak swasta, masyarakat, dan pemerintah, kita bisa menangani permasalahan sampah ini bersama-sama,” tegasnya.
Membiasakan Pilah Sampah Sejak dari Rumah
Sembari mematangkan konsep TPST Baru DLHK Berau, pihak dinas aktif mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tampung TPA yang ada saat ini. Warga bisa berkontribusi nyata dengan cara memilah sampah rumah tangga secara mandiri sejak dari lingkungan terkecil.
Selain itu, pola pilah sampah dari rumah ini memegang peran krusial agar daya tampung TPA tidak cepat habis. Melalui pemilahan yang baik, masyarakat dapat menekan volume sampah secara signifikan. Dengan demikian, truk pengangkut hanya akan membawa sampah residu yang benar-benar tidak bisa didaur ulang ke pembuangan akhir.
“Konsep dasar TPA itu adalah tempat pembuangan akhir. Jadi, sebenarnya hanya sampah residu saja yang boleh sampai ke sana, sementara sisanya sudah harus terolah sejak di rumah. Itulah konsep yang ingin kita capai,” tandas Zulkifli.
Penulis : Aprillia

