Senin, 27 Juli 2026 Samarinda, ID
Daerah

DPRD Dorong Festival & Kampung Tematik Wisata Samarinda

SAMARINDA, nusavox.com Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda secara aktif menggenjot sektor pariwisata daerah lewat pendekatan kebudayaan. Oleh karena itu, lembaga legislatif tersebut mendorong pemerintah kota agar menyelenggarakan festival budaya secara berkelanjutan sekaligus mengembangkan kawasan kampung tematik di berbagai sudut kota.

Ketua Pansus Raperda Pariwisata, H. Viktor Yuan, secara tegas mengungkapkan bahwa potensi seni dan tradisi lokal—seperti pertunjukan di Desa Budaya Pampang—harus masuk secara resmi ke dalam kalender budaya tahunan Pemerintah Kota Samarinda. Selain itu, beliau menyatakan bahwa langkah ini sangat krusial agar setiap kegiatan budaya memiliki kepastian alokasi anggaran serta jangkauan promosi yang lebih luas dan terstruktur.

IKLAN Pasang Iklan Anda di Sini Jangkau pembaca setia NUSAVOX di tengah artikel. Selengkapnya

“Festival budaya seperti di Desa Budaya Pampang sangat layak masuk ke dalam kalender budaya tahunan agar memperoleh kepastian anggaran dan promosi yang jelas dari pemerintah,” ujar Viktor kepada awak media beberapa hari yang lalu.

Mengoptimalkan Kampung Tematik di Kota Tepian

Selain mematangkan festival tahunan, DPRD juga menaruh perhatian besar pada upaya optimalisasi kampung tematik yang telah menjadi ciri khas Samarinda, seperti Kampung Tenun dan Kampung Ketupat.

Selanjutnya, pemerintah daerah bersama masyarakat perlu memperkuat kampung-kampung tematik tersebut melalui penambahan ornamen visual yang estetik serta penegasan identitas khas di setiap sudut kawasan. Terlebih lagi, para wisatawan dapat menikmati pengalaman berlibur yang lebih berkesan tatkala mereka menjelajahi destinasi wisata budaya samarinda.

“Selain festival, kampung tematik seperti Kampung Tenun dan Kampung Ketupat perlu diperkuat dengan penambahan ornamen visual serta identitas khas agar menjadi daya tarik wisata yang kuat,” tambahnya menjelaskan.

Mewujudkan Samarinda sebagai Kota Multikultural

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Viktor turut mengusulkan gagasan inovatif berupa pembangunan sebuah kawasan terpadu yang menampilkan replika rumah adat dari berbagai suku. Di samping itu, kawasan ini merangkum keharmonisan hidup masyarakat multikultural di Samarinda secara nyata.

Adapun beragam suku yang merepresentasikan kekayaan kultural tersebut mencakup:

  • Suku Dayak
  • Suku Kutai
  • Suku Banjar
  • Suku Jawa
  • Suku Bugis
  • Suku Buton
  • Serta berbagai etnis nusantara lainnya

“Kami juga mengusulkan pembangunan kawasan yang menampilkan rumah adat berbagai suku di Samarinda sebagai simbol kota multikultural yang harmonis,” pungkas Viktor.

Pada akhirnya, DPRD Samarinda sangat optimis bahwa kekayaan tradisi dari berbagai etnis ini merupakan aset berharga bagi daerah. Apabila pemerintah mengelolanya secara profesional, sektor wisata budaya samarinda akan semakin maju, memperkokoh kerukunan antarwarga, sekaligus mendongkrak perekonomian lokal melalui kunjungan wisatawan yang terus meningkat.(Adv)

(Aprl)