Jumat, 19 Juni 2026 Jakarta, ID
Daerah

Konvensi Media Siber di Samarinda Angkat Isu Keberlanjutan Bisnis Pers di Era Digital

SAMARINDA, nusavox.com – Tantangan keberlanjutan industri media di tengah pesatnya perkembangan platform digital akan menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam Konvensi Media Siber yang digelar di Hotel Claro Pandurata, Komplek GOR Kadrie Oening Samarinda, Sabtu (13/6/2026).

Forum yang menjadi pembuka rangkaian kegiatan Wartawan Legend Bedapatan ke-4 itu menghadirkan empat narasumber dari unsur regulator, Pemerintah, dan pelaku industri media untuk membedah dinamika bisnis pers, perlindungan hak cipta, hingga masa depan ekosistem media siber di Indonesia.

Empat pembicara yang dipastikan hadir yakni Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Abdul Manan, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Kementerian Hukum RI Dr Agung Darmasasongko, CEO KGI Network sekaligus Wakil Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Upi Asmaradhana, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur HM Faisal.

Ketua Panitia Pelaksana Wartawan Legend Bedapatan ke-4, Charles Siahaan, mengatakan tema yang diusung tahun ini, “Pers Sehat Merawat Harmoni Benua Etam”, dipilih untuk membuka ruang diskusi mengenai kondisi terkini industri perusahaan pers, yang menghadapi perubahan model bisnis akibat transformasi digital.

Menurut dia, tantangan yang dihadapi media saat ini tidak hanya berkaitan dengan persaingan informasi, tetapi juga bagaimana karya jurnalistik memperoleh penghargaan ekonomi yang layak di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.

“Karya-karya jurnalistik saat ini belum dianggap bernilai ekonomis. Padahal, masyarakat pembaca berita karya jurnalistik sudah membayar, baik itu membeli surat kabar cetak maupun paket data internet,” kata Charles di Samarinda, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, konvensi akan dimulai pukul 13.00 Wita dan diikuti para pemimpin redaksi media cetak, elektronik, serta media online dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Berdasarkan data yang disampaikan panitia, saat ini terdapat 47 perusahaan media di Kalimantan Timur, yang telah mendapatkan verifikasi administratif maupun faktual dari Dewan Pers.

Namun, forum tersebut juga dibuka bagi media yang belum terverifikasi sebagai bagian dari upaya memperkuat solidaritas dan peningkatan kualitas ekosistem pers daerah.

“Selain mengundang pemred media terverifikasi Dewan Pers, Kita ajak juga para pemred dan wartawan media yang belum terverifikasi. Datang saja, karena ini acara kita para insan pers,” ujarnya.

Panitia turut mengundang kepala dinas komunikasi dan informatika dari 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur serta para sekretaris DPRD.

Kehadiran unsur Pemerintah Daerah tersebut, diharapkan dapat mempererat komunikasi antara media dan pemangku kebijakan, terutama dalam membangun pola kemitraan yang sehat dan profesional.

Selain konvensi, rangkaian Wartawan Legend Bedapatan ke-4 juga diisi dengan Malam Apresiasi Wartawan Legend yang menjadi tradisi tahunan sejak pertama kali digagas pada 2021.

Kegiatan itu pernah diselenggarakan di Samarinda, Bontang, dan Balikpapan, sebelum kembali digelar di ibu kota Kalimantan Timur tahun ini.

Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan haul untuk mendoakan wartawan yang telah wafat.

Panitia mencatat sedikitnya 120 wartawan yang pernah mengabdikan diri di dunia pers Kalimantan Timur kini telah berpulang.

Charles berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum mempererat hubungan antar insan pers, tetapi juga melahirkan gagasan untuk memperkuat keberlanjutan industri media di daerah.

Panitia juga mengundang tokoh masyarakat dan unsur Pemerintah Daerah, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, untuk menghadiri rangkaian acara tersebut.

“Kita undang juga tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat. Mudah-mudahan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim berkenan hadir,” pungkas Charles. (AI)