SAMARINDA, nusavox.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur resmi memulai era baru. Pihak organisasi sukses menggelar pelantikan dan pengukuhan pengurus masa bakti 2026-2030 di Aula Odah Etam, Samarinda, pada Senin malam (12/7/2026).
Melalui tema “Babak Baru Pembinaan Olahraga Kalimantan Timur”, kepengurusan baru ini berkomitmen penuh untuk membawa prestasi olahraga Benua Etam semakin kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Mematangkan Komitmen dan Legalitas Organisasi
Ketua Panitia Pelaksana, Nidya Listiyono, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan rangkaian akhir dari proses pembentukan kepengurusan yang sah. Sebelumnya, panitia telah menjalankan seluruh tahapan sesuai mekanisme organisasi. Tahapan tersebut berawal dari pemilihan Ketua Umum KONI Kaltim, yang kemudian berlanjut pada pembentukan tim formatur.
Oleh karena itu, Ketua Umum bersama tim formatur bekerja keras secara intensif selama kurang lebih satu bulan. Mereka menyusun komposisi kepengurusan yang mampu mengakomodasi kebutuhan pembinaan olahraga di Kalimantan Timur.
“Kami berhasil menyelesaikan penyusunan kepengurusan ini dengan baik. Dengan demikian, Ketua Umum KONI Pusat langsung menerbitkan Surat Keputusan Nomor 84 Tahun 2026 untuk mengesahkan kepengurusan ini,” ujar Nidya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa terbitnya surat keputusan tersebut membuktikan komitmen kuat dari semua pihak. Mereka ingin memastikan keberlanjutan pembinaan olahraga prestasi di Kaltim melalui organisasi yang solid dan profesional.
Menyatukan Kekuatan Lintas Sektor
Dalam acara tersebut, pihak KONI Pusat resmi mengukuhkan sebanyak 83 pengurus. Kepengurusan kali ini sengaja melibatkan berbagai unsur masyarakat demi menciptakan perubahan yang signifikan. Unsur-unsur tersebut meliputi:
- Kalangan profesional dan akademisi
- Pelaku dunia usaha dan tokoh masyarakat
- Mantan atlet nasional dan daerah
- Praktisi serta insan olahraga yang memiliki komitmen tinggi.
“Kami meyakini bahwa kolaborasi lintas profesi dan sektor ini akan menjadi kekuatan besar. Hasilnya, kita bisa membangun tata kelola organisasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada prestasi,” lanjut Nidya.
Menghadapi Tantangan dan Memanfaatkan Peluang IKN
Namun, Nidya juga mengakui bahwa pembinaan olahraga ke depan pasti menghadapi berbagai tantangan berat. Tantangan tersebut mencakup dinamika kebijakan nasional hingga penyesuaian anggaran daerah.
Meskipun demikian, ia tetap optimis bahwa kepengurusan baru mampu menjawab tantangan tersebut. Caranya adalah dengan melahirkan inovasi baru serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga mengharapkan Pemerintah Provinsi Kaltim, KONI Pusat, pemerintah kabupaten/kota, serta dunia usaha terus memperkuat dukungan mereka agar pembinaan atlet dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami sangat optimis Kalimantan Timur mampu mempertahankan prestasi di tingkat nasional. Terlebih lagi, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) harus menjadi energi baru. Momentum ini akan mendorong Kaltim sebagai pusat pembinaan olahraga yang maju, modern, dan berdaya saing,” tuturnya.
Dukungan Penuh dari Para Tokoh Daerah
Prosesi pelantikan berjalan dengan sangat khidmat. Acara ini juga mendapat dukungan langsung dari para pemimpin daerah yang hadir di lokasi. Beberapa tokoh penting yang mengawal jalannya acara antara lain:
- Rudy Mas’ud (Gubernur Kalimantan Timur)
- Seno Aji (Wakil Gubernur Kalimantan Timur)
- Ekti Imanuel (Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur)
- Jajaran Forkopimda Kaltim dan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim.
Pada akhirnya, kehadiran para pengurus KONI kabupaten/kota serta pimpinan cabang olahraga se-Kaltim semakin memperkokoh barisan. Pengukuhan ini menjadi langkah awal yang mantap bagi Kaltim untuk terus mencetak atlet-atlet unggulan di Indonesia.
(Aprl)

