SAMARINDA, nusavox.com — SMA Negeri 1 Anggana secara aktif memanfaatkan teknologi digital guna mendukung pembelajaran inklusif di lingkungan sekolah. Pihak sekolah menjalin kerja sama strategis bersama Khofidh Fathur Rohman, pencipta aplikasi SUARA (Sistem Ubah PDF jadi Audio Ramah Akses), Sabtu (31/10/2026).
Kedua belah pihak meresmikan kolaborasi tersebut melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Rabu, 29 Oktober 2026. Selanjutnya, pihak sekolah memperkenalkan alternatif pembelajaran berbasis teknologi ini untuk memperluas akses siswa terhadap berbagai materi pendidikan.
Konversi Dokumen PDF Menjadi Audio Interaktif
Melalui aplikasi SUARA, para guru dan siswa dapat mengonversi dokumen berformat PDF menjadi audio dengan mudah. Oleh karena itu, seluruh isi materi pembelajaran dapat disimak secara langsung tanpa harus membaca teks pada layar perangkat secara terus-menerus.
Inovasi tersebut memberikan pilihan metode belajar yang jauh lebih fleksibel bagi para peserta didik. Selain itu, mereka dapat mempelajari setiap mata pelajaran melalui teks maupun format audio sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.
“Aplikasi SUARA membantu mengubah dokumen teks menjadi suara, sehingga siswa memiliki alternatif cara belajar yang lebih mandiri dan menyenangkan,” jelas Khofidh.
Dukung Pendidikan Ramah Bagi Penyandang Disabilitas
Pemanfaatan aplikasi ini memegang peranan krusial dalam mewujudkan pembelajaran inklusif di sekolah. Pihak sekolah merancang inovasi tersebut khusus untuk membantu penyandang disabilitas netra serta peserta didik yang membutuhkan dukungan aksesibilitas alternatif terhadap bahan ajar.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, mendapatkan hak akses ilmu pengetahuan yang setara melalui bantuan teknologi modern,” ungkap perwakilan pihak sekolah.
Perluas Pemerataan Akses Pengetahuan Siswa
Dengan hadirnya teknologi digital ini, seluruh warga sekolah berpotensi memanfaatkan materi pelajaran secara lebih luas. Para siswa tidak hanya mengandalkan kegiatan membaca konvensional, tetapi mereka juga menyimak materi pelajaran secara fleksibel lewat gawai masing-masing.
Ke depan, SMAN 1 Anggana bersama pengembang SUARA berharap kolaborasi ini mampu membuka peluang pengembangan metode pengajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan ramah bagi semua kalangan. Dengan demikian, teknologi berfungsi secara optimal sebagai jembatan pemerataan pembelajaran inklusif di dunia pendidikan.
(Aprl)

